SEMARANG, cahUnnes.com – Melihat maraknya sampah plastik yang akhir – akhir ini menjadi masalah lingkungan global, tiga mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (Unnes) merintis penelitian untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.

Sampah plastik merupakan bahan kimia yang paling sulit untuk diuraikan sehingga berpotensi terus terakumulasi. Untuk itu perlu cara pengolahan limbah plastik secara lebih aman.

Hendra Prasetyo, Rudhiyanto dan Ilham Eko Fitriyanto berpendapat sampah plastik memiliki potensi minyak. Menurut mereka kandungans senyawa dalam plastik dapat diolah menjadi beberapa jenis bahan bakar.

“Setiap satuan berat plastik dapat menghasilkan 70% minyak, 16% gas, 6% karbon solid, dan 8% air,” kata Hendra Prasetyo, ketua tim peneliti seperti dilansir Unnes.ac.id.

Dari riset awal yang telah dilakukannya, 1 kilogram plastik botol air mineral dapat menghasilkan 0,5 liter pada suhu 300 derajat celcius selama 30 menit. Adapun 1 kilogram plastik kresek, jika diolah dapat menghasilkan 0,5 liter minyak pada suhu 200 derajat celsius selama 25 menit.

“Riset kami memang belum sampai pada proses penyulingan untuk mengetahui jenis minyak yang kami hasilkan, apakah bensin, minyak tanah, atau solar. Ini perlukan riset lanjutan yang lebih serius,” kata Hendra.

(Bicho)

LEAVE A REPLY