SEMARANG, cahUnnes.com – Batik merupakan warisan budaya nusantara yang sarat dengan makna filosofis dan perpaduan seni yang tinggi. Namun, sebagian besar dari masyarakat tidak banyak yang mengetahui nilai filosofis tersebut. Berdasarkan hal itu, Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) membedah nilai filosofi batik Pekalongan.

“Pengetahuan nilai filosofi batik merupakan informasi penting dan diperlukan untuk pengembangan batik,” Kata Ketua Kelompok PKM Unnes Mustangin seperti dilansir Suara Merdeka, Senin (28/9/2015).

Tim PKM Unnes yang terdiri dari Mustangin, Rini Handayani, Niken Larasati dan Fitri Febrianti itu berhasil mengungkap batik pekalongan memiliki motif yang lebar dan dinamis. Ciri khas pesisiran ditampilkan dengan pilihan warna yang lebih cerah.

“Ini menggambarkan karakteristik warga pesisiran yang berani dan terbuka pada pembaruan,” ungkap Mustangin.

Selain itu, Ia juga mengungkapkan batik Pekalongan tidak menggambarkan motif binatang secara utuh. Hal itu berkaitan dengan keyakinan agama warga setempat. Warga meyakini penggambaran binatang tidak diperbolehkan berdasarkan aturan agama.

”Solusinya, bagian-bagian binatang disamarkan. Ada yang sekilas tampak seperti bunga, ada yang tampak seperti kupukupu,” imbuh Rini Handayani.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Tim PKM Unnes menyimpulkan nilai filosofis batik pekalongan belum dianggap penting. “Konsumen dan pengusaha cenderung menilai batik hanya sebatas warisan budaya.”

IBALH

LEAVE A REPLY