cahUnnes.com – Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengukuhkan tiga dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menjadi guru besar, Kamis (20/3) di Auditorium Kampus Unnes Sekaran.

Ketiga guru besar yang dikukuhkan yakni Prof Dr Ir Priyantini Widiyaningrum MS, Prof Dr Susilo MS, dan Prof Dr Kartono yang dikukuhkan dalam rapat senat terbuka.

Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman MHum memimpin dan membuka rapat senar dengan orasi ilmiah. Prof Kartono membawakan orasi “Rehabilitasi Citra Karakteristik Afektif untuk Pembelajaran Matematika melalui Asesmen”.

Dosen Matematika itu mengangkat masalah berdasarkan ungkapan – ungkapan yang sudah cukup populer dikalangan pelajar dan mahasiswa seperti “Matematika itu susah, matematika membikin pusing kepala, matematika banyak rumus, guru matematika biasanya galak, menakutkan dan ungkapan menakutkan lainnya.”

Sementara Prof Susilo mengangkat topik “Sistem Pencitraan Sinar-X Digital sebagai Tren Menuju Sistem Radiografi Ramah Lingkungan”. Profesor bidang fisika medik itu memilih judul tersebut sebagai refleksi perjalanan karirnya selama menimba ilmu, menggali pengalaman dan mendiseminasikannya agar bermanfaat bagi masyarakat.

Profesor kelahiran Blora, 1 Agustus 1952 itu memang sudah lama mengembangkan rancang bangun dan implementasi sistem radiologi digital melalui berbagai riset. Terhitung sejak 2007, dosen Jurusan Fisika itu telah mengujicobakannya mulai dari penelitian Hibah Bersaing Dikti, Insentif Riset terapan KMNRT, Hibah Strategis Nasional Dikti, Unggulan Dikti dan DIPA Unnes.

Adapun Dosen Jurusan Biologi Prof Priyantini membawakan orasi “Ekofisiologi Hewan dalam Ilmu Terapan : Kajian pada Budi daya Ulat Sutera Bombyx moriL”.

Priyantini ingin menegaskan dan menunjukkan kajian ilmu ekofisiologi hewan yang notabane bagian dari rumpun ilmu dasar, berperan langsung dalam ilmu terapan yang disampaikan melalui topik tersebut.

Profesor kelahiran Bantul, 19 April 1960 itu menyebutkan, dari kajian ekofisiologi dalam perkembangan budi daya ulat sutera ada interaksi ekologi, fisiologi dan lingkungan klimat sangat berperan dalam strategi budi daya satwa yang berkelanjutan.

“Variasi kondisi lingkungan dari hari ke hari yang semakin fluktuatif sebagai dampak pemanasan global, menekankan pentingnya pengelolaan faktor – faktor lingkungan untuk menjaga kestabilan produksi.” paparnya.

(IBALH/SM)

LEAVE A REPLY