Beberapa karya Aga Ramadhani yang dipamerkan di sekitar Auditorium, Kampus Unnes, Sekaran. (Foto: Unnes.ac.id)

SEMARANG, CAHUNNES.COM – Wisuda adalah momen sakral bagi calon mantan mahasiswa yang tidak akan pernah dilewatkan. Namun, hal berbeda dilakukan mahasiswi jurusan Seni Rupa S1, Aga Rahmadani. Ia memilih untuk diwisuda secara in absentia.

Pada kesempatan wisuda kali ini, gadis berusia 22 tahun itu mewakilkan kepada salah satu karyawannya untuk mengikuti rangkaian acara wisuda. Saat ini Aga sedang berada di Tiongkok untuk mengikuti program Au Pair. Selain itu, ia juga belajar budaya Tiongkok dan bahasa Mandarin, dan tetap menjalankan bisnis utamanya yaitu ilustrator.

Aga adalah ilustrator berbakat Unnes yang memiliki reputasi internasional. Kliennya berasal dari Eropa, Amerika, India,Jepang, Malaysia dan Australia. Karena pesanan yang bertubi-tubi tiada henti sejak kuliah, Aga mendirikan perusahaan startup digital yang memiliki tujuh orang karyawan.

Melalui startup nya yang diberi nama GAGESTUDIO itu, Aga telah memiliki pemasukan rata-rata per bulan sebesar 50 juta rupiah. Bahkan menurut pengakuannya, Aga telah mendapatkan beberapa tawaran bekerja pada perusahaan di Jakarta dan Singapura, namun dia menolak. Menurutnya, bisnis desain yang sedang dia jalani sekarang telah memberikan keleluasaan jam kerja yang dia inginkan.

Karena kesibukan dan prestasinya tersebut, Unnes mengabulkan permohonannya untuk diwisuda secara in absentia.

LEAVE A REPLY