SURABAYA, cahUnnes.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel santer diperbincangkan akhir – akhir ini. Hal itu karena tema ospek kontroversi “Tuhan Membusuk; Rekonstruksi Fundamentalisme Menuju Islam Kosmopolitan” yang diusung panitia ospek kampus Islam ternama di Surabaya itu.

Sebagian besar kalangan menilai hal tersebut sebagai penistaan terhadap Tuhan. Rektor UIN Sunan Ampel Abd A’la memohon maaf atas tindakan tidak terpuji yang dilakukan mahasiswanya itu.

“Kami telah meminta pihak senat untuk menurunkan atau tulisan itu dihapus,” katanya, Selasa (2/9/2014).

Ia menjelaskan senat telah menurunkan spanduk itu dihari pertama, namun dihari kedua spanduk itu muncul kembali.

“Para mahasiswa berdalih tema tersebut merupakan kritik terhadap kelompok yang menggunakan nama Tuhan untuk hal – hal yang bertentangan dengan agama,” terangnya.

Namun, menurutnya, mereka mengekspresikan dengan cara yang salah sehingga menimbulkan keresahan. Ia mengaku telah meminta pihak dekanat untuk memprosesnya sesuai dengan kententua dan aturan, karena tema ospek bertentang dangan visi UIN Sunan Ampel.

“Kami atas nama UIN Sunan Ampel memohon maaf atas kejadian ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Forum Silaturrahim Pejuang Ahlus Sunnah Wal Jamaah Garis Lurus, KH Lutfi Bashori, mengatakan telah melayangkan surat ke Polda Jawa Timur untuk menindaklanjuti kasus yang dinilai meresahkan umat Islam itu. (Lia)

LEAVE A REPLY