Tim karawitan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) meraih juara I dalam Lomba Karawitan Antarperguruan Tinggi Non-seni yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia (UI) di kampus Depok, Kamis (21/5).

Tim yang terdiri atas 15 mahasiswa itu membawakan Ladrang Wilujeng dan Lelagon Gugur Gunung Pelog Barang sebagai materi pilihan serta Lelagon Swara Kewan Slendro Sanga sebagai gending komposisi. Juara II diraih oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Juri lomba Nanang HP menyatakan aspek penilaian meliputi laras, leres, rempeg, dan penampilan. ’’Dalam karawitan, permainan antara satu dengan yang lain sangat mempengaruhi estetika secara keseluruhan. Penampilan karawitan oleh mahasiswa jurusan nonseni harus diapresiasi karena main gamelan itu tidak mudah,’’ kata dia.

Perguruan tinggi lain yang turut serta antara lain Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Jember, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Universitas Airlangga (Surabaya), Universitas Brawijaya Jember, dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Lomba tersebut merupakan rangkaian Gebyar Wayang UI 2015 yang diselenggarakan hingga Minggu (24/5).

Persiapan Intensif

Pendamping tim karawitan Unnes Indrawan Nur Cahyono mengatakan sebelum tampil di Jakarta tim telah mempersiapkan diri secara intensif selama dua bulan. Menurutnya keterampilan bermain gamelan tidak bisa diasah dalam waktu singkat karena membutuhkan proses yang relatif lama.

Penggarap gending yang juga dosen luar biasa di Unnes, Sugiyanto, mengatakan memenangi perlombaan telah menjadi tradisi yang ditanamkan kelompok ini. Ia menjelaskan, sebelumnya tim juga memenangi lomba karawitan tingkat nasional kategori remaja di RRI Surakarta.

Di kampus, tim karawitan ini juga aktif membuat pergelaran baik secara mandiri atau untuk mengiringi ketoprak, tari, hingga wayang kulit. Pihak kampus juga kerap mendelegasikan mereka untuk berpartisipasi dalam berbagai acara baik di dalam maupun luar negeri.

Sumber: Suara Merdeka

LEAVE A REPLY