JAKARTA, cahUnnes.com Pengamat pendidikan Arif Rachman mengatakan untuk menghindari kontroversi, sebaiknya soal Ujian Nasional (UN) yang memuat nama Jokowi dianulir.

Maksudnya, apapun jawaban siswa dalam soal tersebut harus masuk dalam hitungan benar..

Ia menjelaskan sejumlah alasan mengapa soal tersebut perlu dianulir. Pertama, pertanyaan dalam soal UN harus memenuhi syarat relevansi akademik.

Kedua, apakan tokoh tersebut sudah dalam posisi selesai sebagai gubernur. Ketiga, apakah pertanyaan dalam soal UN tersebut sensitive atau tidak terhadap politik.

“Kalau tidak memenuhi ketiga syarat dan aspek tersebut, maka soal itu harus dianulir,” ujarnya.
Menurutnya, soal yang memuat nama Jokowi tidak memenuhi syarat akademis. Karena itu, ia berharap pemerintah menanyakan kepada pembuat soal tentang motif penyebutan nama Jokowi.

Ketat
Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, pihaknya tidak mengetahui nama – nama yang dicantumkan dalam semua naskah UN.

Menurutnya pencantuman nama tokoh sepenuhnya diserahkan kepada pembuat soal. “Bukan kami yang menentukan tokoh, melainkan penulis,” jelasnya.

Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Teuku Ramly Zakaria mengatakan, tim pembuat soal terdiri atas guru – guru berprestasi yang diseleksi secara ketat, ditambah dosen yang sesuai dengan bidang yang diujikan.

“Guru harus yang berpengalaman dan berprestasi. Untuk dosen, jurusan harus sesuai dengan mata pelajaran,” terangnya.

Ia menegaskan, tidak ada kesengajaan pembuat soal untuk memuat nama Jokowi demi kepentingan pihak tertentu. “Tidak ada factor subjektivitas pembuat soal. Tim tidak sengaja mempopulerkan Jokowi. Mereka semua akademisi yang harus objektif,” Jelas Teuku.

Sumber : Harian Suara Merdeka | Kamis, 17 April 2014

LEAVE A REPLY