Sumber foto: Akun Facebook Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman MHum.

SEMARANG, cahUnnes.com – Kasus hukum yang menjerat dua mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Julio Belnanda Harianja dari Fakultas Hukum dan Harist Achmad Mizaki dari Fakultas Teknik kini sedang hangat dibicarakan. Pro dan kontra pun terjadi di tengah warganet menyikapi hal ini.

Rektor Unnes Fathur Rokhman melalui sosial media facebook (29/7) membenarkan jika pihaknya melalui Biro Umum Hukum dan Kepegawaian (BUHK) melaporkan oknum mahasiswa ke Polisi. Fathur berpendapat hal ini bukan karena pembungkaman atau larangan menyampaikan pendapat atau kritik melainkan karena dugaan pelanggaran Hukum (UU ITE).

Baca Berita Lainnya: Mahasiswa Unnes Dipolisikan Karena Sindir Menristekdikti di Medsos

Fathur menyatakan tidak seharusnya mahasiswa mengunggah sebuah dokumen tidak patut yang dialamatkan kepada Menristekdikti saat acara di Unnes. Pihaknya menyesalkan telah diunggahnya dokumen tersebut oleh mahasiswa sehingga diduga melakukan pencemaran nama baik lembaga sesuai dengan UU ITE.

“Apakah salah anggota masyarakat atau institusi menyampaikan laporan ke kepolisian? Apakah mahasiwa terlapor sudah diingatkan sebelumnya tentu sudah diingatkan oleh Dekan FH dan Rektor pada unggahan viral-viral lain,” tulis Fathur di Facebook yang kini telah disukai 225 orang dan dibagikan oleh 20 orang.

Fathur menyatakan pihaknya selalu membuka dialog dan menerima kritik yang didasarkan atas data empirik dan analisis yang benar. Jika kritik benar, lanjutnya, maka biaya pengumpulan data dan analisis akan ditangguh sepenuhnya oleh kampus.

“Tidak ada satupun kebijakan yang dirancang untuk merugikan mahasiswa, dosen dan tendik. Silahkan ditunjukkan kebijakan mana yang melanggar aturan di atasnya dan kami akan segera perbaiki,” kata Fathur.

Ia pun berharap semoga Tuhan melimpahkan berkah untuk para mahasiswa agar senantiasa memiliki karakter mulia. “Semoga Allah melimpahkan berkah untuk Anda dan para mahasiswa yang di hatinya ada cinta UNNES dan Cinta NKRI. Hidup Mahasiswa. Hidup dengan prestasi dan karakter mulia,” pungkas Fathur.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY