cahUnnes.com – Rabu ( 29 / 1 ) masih dalam runtutan acara Diklatsar dan Gladi Tangguh KSR PMI Sub Unit PGSD FIP Unnes Angkatan XXVIII, 400 mahasiswa PGSD mengikuti simulasi bencana di area kampus. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa tim. Tim Pertolongan Pertama, evakuasi, RFL ( Restoring Family Links ), PSP, Dapur Umum, dan beberapa tim lain yang melakukan tugas yang berbeda – beda.

Dalam simulasi ini mereka menerapkan materi yang telah mereka dapatkan dalam Diklatsar selama 9 hari sebelumnya untuk menolong korban bencana. Diiringi derasnya hujan, mereka tetap semangat melakukan simulasi bencana tersebut. Simulasi ini dipantau dan dievaluasi langsung oleh PMI Kota Semarang, sehingga mahasiswa mengetahui kekurangan dan kesalahan mereka langsung dari ahlinya. Tujuan diadakannya simulasi bencana ini adalah ketika suatu saat terjadi bencana, mahasiswa PGSD sudah mengetahui apa yang harus mereka lakukan, dan dapat membantu petugas medis yang ada.

Malamnya, Gladi Tangguh dilaksanakan sebagai puncak dari acara ini. Teriakan SIAMO masih bergemuruh di dalam auditorium PGSD. Hal ini membuktikan semangat mahasiswa yang semakin meningkat meskipun acara ini diselenggarakan pada malam hari. Untung saja hujan tidak turun selama acara Gladi Tangguh berlangsung. Sehingga tidak mengganggu kelancaran acara ini. Mahasiswa berjalan di lingkungan pemukiman warga sekitar kampus dan harus singgah di 5 pos yang sudah dibuat oleh panitia. 4 pos tentang materi Diklatsar dan 1 pos merupakan pos refleksi. Pada pos refleksi ini, mahasiswa diingatkan kembali tentang kesalahan apa yang telah mereka lakukan selama Diklatsar. Juga agar mereka senantiasa memanusiakan manusia untuk bekal mereka saat mengajar nanti.

Pelantikan mahasiswa PGSD menjadi anggota KSR secara resmi diadakan ketika upacara penutupan Diklatsar dan Gladi Tangguh KSR PMI Sub Unit PGSD FIP Unnes ( 30/1 ). Upacara penutupan ini dihadiri oleh perwakilan PMI, Ibu Endang, Sekretaris Jurusan PGSD, Ibu Fitria, Dosen Pendamping KSR PGSD, Ibu Desi Wulandari, Komandan KSR Unnes Pusat, dan perwakilan dari UKM PGSD Unnes. 400 mahasiswa resmi dilantik menjadi anggota KSR oleh perwakilan dari PMI, Ibu Endang. Mereka diambil sumpahnya untuk bersedia dan sanggup mengemban amanah menjadi anggota KSR PMI Sub Unit PGSD FIP Unnes.

Dalam sambutannya, Ibu Endang, Ibu Fitria, dan Komandan KSR PGSD, Muhammad Fadlan, mengharapkan agar setelah acara Diklatsar dan Gladi Tangguh ini selesai, mahasiswa PGSD yang mengikutinya dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan mereka sehari – hari. Mereka diharapkan dapat mengamalkannya saat menjadi Guru ketika ada kondisi atau situasi darurat, seperti misalnya bencana alam yang tidak pernah diketahui kapan dan dimana datangnya.

Sementara itu, Ayu, salah satu mahasiswa yang mengikuti acara Diklatsar dan Gladi Tangguh ini menyatakan sangat beruntung dan senang mengikuti acara ini. “ Kita diberikan banyak materi yang sangat bermanfaat, tentang PP ( Pertolongan Pertama ), PK ( Perawatan Keluarga ), dan banyak lagi deh. Itu sangat bermanfaat bagi kita saat kita nanti menjadi Guru SD. Selain materi itu, kita juga jadi lebih mengasah leader ship kita, dan bisa tambah dekat dengan teman – teman, “ tuturnya.

Acara – acara seperti ini memang memberi banyak sekali manfaat bagi mahasiswa. Waktu liburan mereka tidak tersia – siakan oleh hal – hal negatif. Sehingga tidak salah apabila acara seperti ini diadakan setiap tahun, dan tidak heran pula apabila sertifikat Diklatsar dan Gladi Tangguh ini menjadi salah satu syarat mahasiswa PGSD untuk mengajukan ujian skripsi kelak.
Semangat kemanusiaan, SIAMO !

Sumber : Jurnalistik PGSD

LEAVE A REPLY