SEMARANG, CAHUNNES.COM – Penetapan 16 mahasiswa yang diduga terlibat kericuhan dalam unjuk rasa memperingati tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai tersangka menuai kritik dari berbagai pihak.

Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengecam tindakan aparat kepolisian yang diduga sewenang-wenang.

Presiden BEM Keluarga Mahasiswa Unnes 2008, Geri Setiawan menganggap tindakan aparat yang membubarkan paksa mahasiswa dengan cara kekerasan adalah tindakan tidak terpuji. Geri menilai yang dihadapi aparat Kepolisian adalah calon pemimpin masa depan yang kritis dan responsif terhadap nasib bangsa.

“Aparat penegak hukum yang mestinya mengayomi, melindungi, justru berada di barisan paling depan mengadang. Bahkan dengan cara biadab seperti pemukulan. Padahal tidak ada perilaku anarkis atau pun perlawanan secara kasar yang dilakukan oleh adik adik mahasiswa,” kata Geri melalui surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi CAHUNNES, Rabu (25/10/2017).

Lebih lanjut Geri mengatakan, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum dijamin oleh Undang undang Dasar. Sehingga aparat harus mengedepankan sikap humanis dan persuasif, bukan premanisme. Apalagi yang sedang dilakukan mahasiswa adalah mengkritisi tiga tahun berjalannya pemerintahan saat ini.

“Mengkritisi pemerintah melalui unjuk rasa semenjak pasca reformasi itu sudah biasa. Kalau sampai ada penyerangan berarti sikap aparat sudah tidak terpuji,” imbuh Geri.

Perilaku aparat yang jauh dari sikap terpuji tersebut, menurut Geri, menunjukkan kuatnya benih represivitas pemerintah di era demokrasi. Apalagi sampai terjadi pemukulan yang membuat beberapa aktivis mahasiswa terluka secara fisik. Atas kejadian ini, Forum Alumni BEM Unnes Peduli Bangsa mendesak pihak kepolisian untuk membebaskan aktivis mahasiswa yang saat ini masih ditahan.

“Yang jelas kami atas nama Forum Alumni BEM Unnes Peduli Bangsa Mendesak pihak kepolisian untuk segera membebaskan segala tuduhan hukum terhadap rekan-rekan mahasiswa yang hingga saat ini masih mendekam dalam tahanan,” ungkap Geri

Geri menekankan Forum Alumni BEM Unnes Peduli Bangsa juga mendesak pihak pihak terkait untuk melakukan evaluasi tersistematis di tubuh Polri khususnya Polda Metro Jaya. “Perlu dilakukan evaluasi yang sistematis dan menyeluruh dari tubuh polri, khususnya Polda Metrojaya. Jangan sampai Polisi dijadikan alat untuk melanggengkan kursi kekuasaan dan bertindak sewenang-wenang,” tekan Geri.

Geri pun mengajak kepada seluruh alumni aktivis serta seluruh aktivis mahasiswa di seluruh Indonesia untuk mendukung penegakkan hukum seadil-adilnya. Ia pun meminta BEM Seluruh Indonesia agar tetap teguh dalam jalan perjuangan. “Untuk adik-adiku tegarlah! Perjuangan ini sukar dan penuh belukar. Tiap tetes peluh, air mata, dan darah kalian akan menjadi pemantik bara api perjuangan yang lebih besar,” pesan Geri.

LEAVE A REPLY