Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Faoziah Arumi melenggang ke tingkat nasional setelah ditetapkan sebagai mahasiswa berprestasi (Mapres) Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan nilai 96,53.

Bagi Arumi, apa yang terjadi pada dirinya saat ini bukanlah proses yang instan. Arumi mengaku sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri menghadapi seleksi Mapres.

”Awalnya saya sudah mempersiapkan Mapres sejak tahun lalu. Tahun lalu saya tidak jadi mengikuti seleksi karena ada kegiatan lain. Jadi, seleksi Mapres tahun ini sudah saya persiapkan selama satu tahun. Saya bersyukur akhirnya bisa membuahkan hasil yang maksimal,” ujar mahasiswa asal Tegal itu, Selasa (17/4), dikutip dari suaramerdeka.com.

Sebelumnya, segudang prestasi telah diraih mahasiswi kelahiran 22 September 1996 itu. Diantaranya Juara 2 lomba baca puisi internasional Universitas Sebelas Maret (UNS) 2016 lalu, Juara 1 lomba mendongeng nasional Universitas Sebelas Maret (UNS) 2017, Juara 1 lomba baca puisi nasional Teater Mandiri Jakarta asuhan Putu Wijaya pada 2016. Selain itu, Juara 2 dalam lomba baca puisi Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada 2017 juga telah diraihnya.

Ada juga Juara 2 lomba baca puisi nasional Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 2017, juara 2 lomba baca puisi nasional Teater Mandiri Jakarta asuhan Putu Wijaya pada 2017, juara 1 lomba menulis kisah inspiratif Bidik Misi scholarship Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada 2015, juara lomba baca puisi Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) Tingkat Nasional pada 2017, serta juara 3 lomba baca puisi nasional Lembaga Akting Sitoresmi Prabuningrat pada 2017.

Membuat Video Bahasa Inggris

Menghadapi seleksi Mapres tingkat nasional, Arumi telah menyiapkan beberapa hal untuk menunjang prestasinya. Salah satunya adalah membuat video berbahasa Inggris.

Hal ini karena untuk dapat masuk ke tingkat nasional akan dilakukan tiga penilaian, yakni Karya Tulis Ilmiah (KTI), kemampuan berbahasa Inggris dengan membuat video keterampilan berbahasa Inggris, serta 10 capaian prestasi yang telah diperoleh.

”Saya akan berusaha semaksimal mungkin. Tentu untuk mencapai puncak harus melewati banyak hal. Saya tetap optimistis dan berdoa,” kata Arumi.

LEAVE A REPLY