BARU sekitar satu tahun saya aktkif nge’blog, ya meski nggak aktif-aktif banget. Tapi saya akui aktivitas ini cukup mengasyikkan. Atau bahkan mungkin saya katakan; sangat mengasyikkan! Ya, saya bisa melatih diri ini untuk terus menulis. Agar peka dan peduli terhadap kondisi. Apa pun itu, membacanya lalu mengejawantahkan dalam sebuah tulisan. Ringan-ringan saja tak masalah. Toh, itu sebuah permulaan. Asal pesan yang ingin disampaikan sampai dengan sukses. Tanpa adanya interpretasi ganda atau bahkan multiinterpretasi. Baru kemudian beranjak menuju hal yang serius. Ya, segalanya butuh tahap. Step by step, kalau kata guru saya.

Saya yakin banyak orang yang kesulitan menulis. Lebih tepatnya, menuangkan ide dalam sebuah tulisan. Tidak ada yang sulit sebenarnya, hanya saja kita kurang membiasakan. Ya, kurang membiasakan. Saya sangat teringat kata-kata guru fisika saya kala SMA dulu; kita bisa karena terbiasa, dan kita terbiasa karena dipaksa. Ya, saya setuju. Jika memang rasa malas adalah musuh utama dalam proses menulis ini, maka memaksa adalah lawan yang tepat. Memaksa untuk menyempatkan. Barang berapa kalimat saja, lah.. tidak masalah. Kembali lagi, semua butuh proses.

Sebenarnya, saya menulis tulisan ini pun untuk introspeksi diri juga. Sebagai pengingatan diri yang sering kewalahan berperang dengan rasa malas. Ah, memang sebuah peperangan klasik yang serius. Ada saja alasannya. Ini, itu, atau apa lah. Atau justru musuh yang satu ini; merasa sok sibuk. Ya, saya akui gue banget :D. Hem.. begitulah, jika tidak benar-benar punya niat dan azzam yang kuat, semuanya tidak akan terealisasi. Termasuk menulis.

Saya jadi teringat perkataan salah seorang penulis yang novelnya begitu saya sukai, Ria Fariana. “Saya bisa menulis justru ketika saya sibuk,” jadi? Alasan sok sibuk tidak berlaku lagi, kan? Mungkin dengan adanya blog, bisa menyemangati kita untuk tetap giat menulis.. ya, itu yang saya rasakan. Karena teman-teman blogger adalah orang yang suka menulis, pikirku. Bisa saling memberi kritik dan saran. Tidak seperti teman-teman di facebook yang terkadang justru malas membaca status yang terlampau panjang. Barangkali termasuk saya juga. 😀

Ira Damayanti (Rakyat Jelata, Hehe.. )
@dhamayra

LEAVE A REPLY