Doc. Kompas

SEMARANG, cahUnnes.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir tidak mempermasalahkan unggahan piagam bernada sindirian ke media sosial terhadap dirinya. Ia menganggap persoalan tersebut hanyalah masalah kecil.

“Saya malah ngga tahu tentang itu. Persoalan itu urusannya kampus, bukan saya. Setelah itu akan saya tanyakan, saya ngga tahu dan saya ingin selesaikan dengan baik,” kata Nasir saat di konfirmasi wartawa di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2017).

Meskipun dia tidak mempermasalahkannya, namun Ia menyangkal terkait isi sindiran dari piagam tersebut. Ia membantah anggapan telah menciderai asas ketunggalan UKT Perguruan Tinggi.

“Tambahan biaya dalam UKT tersebut digunakan untuk program KKN (Kuliah Kerja Nyata) sebagai biaya hidup dan biaya makan mahasiswa selama melaksanakan KKN,” kata Nasir.

Menurutnya tambahan itu menjadi kewenangan pihak kampus untuk mengkoordinasikannya. “UKT tunggal kok bisa ada biaya tambahan, biaya tambahannya apa, yaitu KKN. KKN kan biaya tambahan untuk biaya hidup, untuk biaya makan. Jadi, bukan karena UKT,” kata Nasir.

Perlu diketahui beberapa waktu lalu dua mahasiswa Unnes dilaporkan setelah mengunggah foto piagam bertuliskan penghargaan untuk Nasir atas capaian menciderai asas ketunggalan UKT Perguruan Tinggi, ke media sosial.

Foto tersebut diunggah sehari setelah Nasir menghadiri sebuah acara di Kampus Unnes.

LEAVE A REPLY