Menristek Dikti Kepincut Mobil Pedesaan buatan Unnes

Menristek Dikti Kepincut Mobil Pedesaan buatan Unnes

SEMARANG, cahUnnes.com – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof M Nasir PhD merasa tertarik dengan Mobil Pedesaan dan mobil listrik Pandawa buatan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Hal itu diungkapkan ketika menyambangi stand Unnes saat pameran di car free day jalan Slamet Riyadi, Solo, Ahad (7/8/2016)

“Wah, bagus ini. Berapa kandungan lokal pada mobil pedesaan ini?” tanya Prof Nasir saat melihat Mobil pedesaan yang dipajang Unnes.
“Kandungan lokal mobil ini 80 persen, pak,” jawab dosen pendamping Rizqi Fitri Naryanto seperti dikutip laman resmi Unnes.
“Terus tingkatkan hingga mobil ini sempurna dan kandungan lokalnya semakin meningkat,” kata Prof Nasir.

Sejak 2012, Unnes menjalin kerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemperin) merancang mobil pedesaan. Mobil jenis ini dinilai perlu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa yang jumlahnya mayoritas di Indonesia.

Dosen Jurusan Teknik Mesin Unnes Widya Aryadi bertugas merancang desain mobil tersebut. Dengan mesin yang disuplai PT Viar, selama hampir empat tahun Widya dan kawan-kawannya merancang mobil tersebut.

Komponen yang digunakan memang diambil dari berbagai sumber. Widya berperan menjadi “koki” yang “meracik” berbagai komponen itu menjadi mobil yang sesuai kebutuhan. Ia sudah melewati sejumlah tahap, antara lain pembuatan purwarupa (prototype) dan uji emisi. Mobil itu bahkan telah menjalani uji coba jalan sejauh 100.000 kilometer.

Dengan mesin 1.000 cc, mobil tipe pick up itu diklaim dapat menghasilkan tenaga yang lebih kuat dari pick up lain di kelasnya. Mobil jenis ini dinilai cocok digunakan untuk daerah pedesaan, dataran tinggi, dan pelosok wilayah terluar terdalam dan tertinggal. Selain itu, harganya jauh lebih murah dengan mobil pick up yang sudah ada di pasaran.

Pameran teknologi di jalan Slamet Riyadi Solo merupakan bagian dari serangkaian acara menyambut Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-21. Berbagai stan pameran ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) karya universitas hingga perusahaan dipamerkan kepada warga solo dan sekitarnya.

(Bukhori)

LEAVE A REPLY