Mahasiswa berprestasi (Mapres) merupakan mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tertinggi baik kurikuler maupun ekstrakurikuler, mampu berkomunikasi dengan baik, bersikap positif dan berjiwa pancasila. Kedengarannya keren ya?

Bagaimana menjadi Mapres?
Seseorang mahasiswa yang memperoleh gelar Mapres bukanlah mereka yang memiliki indeks prestasi 4,00 saja, namun dia juga memiliki kelebihan lain dalam bidang soft skill. Hal itu dibuktikan dengan sertifikat selama menjadi mahasiswa (mulai dari semester 1) atau sebelumnya dan tentu lolos tahap pemilihan Mapres.

Bagaimana Alur Menjadi Mapres?
Mapres adalah ajang rutin yang diselenggarakan tiap tahun, (biasanya mulai bulan Januari sampai Agustus) oleh Direktorat Pembelajaran Dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi dilaksanakan secara berjenjang mulai dari pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat Jurusan, Fakultas, dan Universitas. Kemudian 1 orang Mapres terbaik tiap universitas akan masuk ke seleksi tingkat nasional.

Modal Apa saja yang perlu dimiliki?
Secara umum kriteria pemilihan Mapres, berdasarkan pada 4 penilaian berikut, yaitu: 1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) (20%),
2. Karya Tulis Ilmiah (30%),
3. Prestasi/Kemampuan yang diunggulkan (Kegiatan ko-dan ekstrakurikuler) (25%), 4. 4. Kemampuan berbahasa Inggris/Asin(25%).

Bagaimana Strategi menjadi Mapres?
Cermati setiap bobot penilaian dan siapkan strategi untuk meraih ke empat point tersebut.

Jurus 1 (Indeks Prestasi Kumulatif/IPK)
IPK adalah seluruh nilai mata kuliah rata-rata yang lulus sesuai dengan aturan masing-masing perguruan tinggi. IPK hanya dinilai dalam proses pemilihan Mapres sampai pemilihan tingkat universitas. IPK biasanya menjadi syarat seleksi awal pemilihan Mapres. Oleh karena itu, persiapkan IPK yang baik sejak semester 1. Akademik yang baik (kuliah, praktikum, dan tugas-tugas yang lainnya), usahakan punya targetan IP (Indeks Prestasi) yang akan dicapai dalam tiap semesternya.

Kalau mengacu pada pedoman, syarat IPK rata-rata minimal 2,75. Akan tetapi biasanya seleksi awal ditunjuk oleh jurusan berdasarkan nilai IPK tertinggi yang ada.

Jurus 2 (Karya Tulis Ilmiah)
Karyatulis Ilmiah yang dimaksud disini adalah tulisan ilmiah hasil dari kajian pustaka dari sumber terpercaya yang berisi solusi kreatif atas permasalahan yang dianalisis secara runtut dan tajam, serta diakhiri dengan kesimpulan yang relevan. Ininih, yang terkadang banyak mahasiswa yang merasa tidak bisa membuat karyatulis.
Kunci utama untuk bisa membuat karya tulis adalah mencoba membuatnya dan diikutkan dalam lomba karya tulis. Coba diikutkan dulu tingkat lokal, terus berlajut tingkat nasional. Semakin banyak mencoba maka akan semakin terasah. Selain itu jika ada workshop atau pelatihan tentang KTI coba diikuti untuk menambah wawasan. Bertanya pada kakak angkatan yang pernah membuat, berdiskusi dengan dosen, banyak membaca, ikuti ketentuan yang ada di pedoman, dan yang terpenting adalah adanya kemauan yang kuat untuk mencobanya.

Jurus 3 (Prestasi)
Prestasi/kemampuan yang dimaksud disini adalah prestasi yang diraih selama menjadi mahasiswa baik dalam kegiatan kurikuler, ko kurikuler dan ekstra kurikuler sehingga mendapatkan pengakuan, penghargaan, dan berdampak positif pada masyarakat. Prestasi itu bisa dari memenangkanlomba tertentu baik yang lokal, regional, nasional, hingga internasional (misalnya: olimpiade, PKM, LKTI, MTQ, bisnis plan, lomba debat, lomba pidato, lomba olahraga tertentu, exchange keluar negeri dan lain sebagainya).

Oleh karena itu, carilah prestasi yang sesuai dengan minat dan bakatmu. Take action with your passion. Selain itu prestasi juga bisa dilihat dari aktivitasnya menjadi aktivis organisasi baik UKM, HIMA, BEM, IOMS, atau organisasi yang lainnya (baik yang tingkat jurusan, fakultas, universitas, regional, atau pun tingkatnasional). Selain itu, sempatkan waktu untuk mengikuti kegiatan ko-ekstrakurikuler:
jadi ketika kuliah jangan cuma berkutat di level akademik saja (istilahnya IP-minded), ikutilah kegiatan yang lainnya yang tentunya bermanfaat dan berdampak pada pengembangan diri kita. Sebagai contoh seperti mengikuti: seminar, workshop, pelatihan, talkshow, atau kompetisi penalaran tentang kemahasiswaan seperti PKM(Program Kreativitas Mahasiswa), PMW (Program Mahasiswa Wirausaha), dan event-event lainnya sangat banyak sekali. Atau bidang seniada PEKSIMINAS (Pekan Kesenian Mahasiswa Nasional), bidang olahraga ada POMNAS (Pekan Olah raga Mahasiswa Nasional), dan bidang-bidang lainnya, tentunya sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki masing-masing mahasiswa.

Persiapkan juga piagam, sertifikat, SK, surat tugas, dan berkas-berkas penting lainnya yang pernah didapatkan selama menjadi mahasiswa.

Jurus 4 (Kemampuan berbahasa Asing (minimal bahasa Inggris)
Penilaian bahasa Inggris/Asing dilakukan melalui dua tahap yaitu (1) penulisan ringkasan (bukan abstrak) berbahasa Inggris/Asing dari karya tulis ilmiah dan (2) presentasi dan diskusi dalam bahasa Inggris/Asing. Oleh karena itu sejak semester pertama harus disiapkan dan dilatih kemampuan bahasa asingnya. Bisa belajar secara otodidak, bergabung dengan ukm/organisasi yang fokus pada bidang bahasa inggris (English), mengikuti pelatihan tes TOEFL atau sejenisnya, ikut lomba debat, ikut kursus bahasa asing padalembaga-lembaga tertentu dan lain sebagainya. Kalau bisa ikutilah program student exchange ke luar negeri atau event-event internasional lainnya, karena kegiatan internasional point penilaiannya paling tinggi. (Devin)

LEAVE A REPLY