SEMARANG, cahUnnes.com – Siapa bilang Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menjadi jaminan bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang diidamkan? Sudah banyak contoh lulusan ber-IPK tinggi yang gagal dalam tes seleksi untuk penerimaan kerja. Demikian disampaikan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Soegijapranata (Unika) Lucia Trisni saat menjadi pembicara pembekalan calon wisudawan periode III Universitas Negeri Semarang (Unnes), beberapa waktu lalu.

“IPK yang menunjukkan keberhasilan prestasi akademik belum cukup dalam menghadapi dunia kerja yang kompleks,” kata Lucia.

Menurutnya IPK bukan satu – satunya alasan bisa diterima kerja atau tidak. Karena masih banyak kriteria lain yang dibutuhkan perusahaan dalam merekrut calon pegawainya. Ia menambahkan, saat ini perusahaan juga memperhatikan soft skill yang dimiliki calon karyawan. Baik kemampuan dalam memimpin, bekerja dalam tim, maupun cara berkomunikasi.

“Kriteria itu antara lain tenaga kerja yang sehat, berwawasan luas, profesional, bermotivasi tinggi, mampu menyesuaikan etika kerja, memiliki sikap kreatif, fleksibel, memiliki berbagai keahlian, bisa bekerjasama dalam tim, mempunyai keyakinan, memahami bisnis, dan berorientasi pada kualitas serta pelanggan,” terangnya. (Bicho)

LEAVE A REPLY