PEMILIHAN Mahasiswa Prestasi (Mapres) merupakan kompetisi paling bergengsi di hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Prototype seorang mahasiswa ideal yang mempunyai bekal IPK tinggi, gagasan visioner, pengalaman kejuaraan atau keikutsertaan pada event nasional maupun internasional serta kemampuan bahasa asing yang sangat lancar adalah hal yang harus ada dalam diri seorang mahasiswa berprestasi. Maka menjadi hal yang sangat wajar jika banyak mahasiswa yang sangat berkeinginan untuk menjadi mahasiswa berprestasi. Sayangnya, tidak semua mahasiswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi.

Rumor yang terkabar dari beberapa jurusan dan fakultas, kandidat mahasiswa berprestasi dilakukan secara penunjukan. Akibatnya? Bisa jadi mahasiswa yang pada awalnya sangat ingin mengikuti seleksi ini ditampar dengan fakta penunjukan yang ada. Padahal, jika berpedoman pada panduan Mawapres 2015, pemilihan Mapres di tingkat jurusan/departemen/bagian; fakutas, dilaksanakan oleh panitia yang dibentuk dan disahkan oleh jurusan/departemen/bagian, fakultas.

Lalu benarkah anggapan yang beredar bahwa Mapres 1 di tingkat universitas selalu berasal dari jurusan tertentu? Dan hal itu bisa dijadikan indikator bahwa mahasiswa dari jurusan tersebut merupakan mawapres yang paling lancar dalam berbahasa asing? Sejauh ini rumor yang hampir menjadi fakta berkata ya untuk pertanyaan pertama. Sayangnya tidak selamanya Mapres 1 tingkat universitas mempunyai kemampuan penguasaan bahasa asing yang paling baik dibandingkan yang lain. Saya berkesempatan melihat pemilihan mahasiswa berprestasi di tingkat universitas, dan rumor yang beredar bahwa mapres 1 selalu baik dalam aspek penguasaan bahasa asing tidak terbukti. Terlebih jika memasukkan presentasi karya tulis, IP maupun berkas kelengkapan lainnya. Maka ada apakah dibalik seleksi mahasiswa berprestasi di tingkat universitas?

Tentunya banyak pihak yang berharap adanya transparansi dan keadilan dalam penilaian mahasiswa berprestasi di tingkat jurusan, fakultas maupun universitas. Mengundang pula seluruh mahasiswa untuk lebih peka dalam memperhatikan isu mahasiswa berprestasi. Datang dan saksikan seleksinya.

Silisila Hikmawati, Ketua GS2 FIP Unnes 2012

LEAVE A REPLY