cahUnnes.com – Adalah Aziz Amrullah dan Sanusi, dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unnes yang mengembangkan air minum kemasan ber-TDS (total dissoled solid) rendah. Hal tersebut berdasarkan kegelisahan keduanya bahwa air mineral yang beredar di pasara ternyata mengandung logam, baik yang berbahaya maupun tidak, seperti besi (Fe), kromium (Cr), timbal (Pb) maupun merkuri (Hg). Kedua mahasiswa tersebut menyadari bahwa sebagian besar komposisi tubuh manusia berupa cairan. Untuk itu, air minum sebagai asupan penting bagi tubuh harus terjaga kualitasnya.

Air kemasan yang mereka kembangkan tersebut diberi nama SuteraCcOxy yang sekarang sudah diproduksi di komplek Ruko Masjid Ulul Albab Unnes.

April 2012 yang lalu, Sanusi melakukan uji coba TDS dan uji elektrolis beberapa air di pasaran sebagai sampel perbandingan. Hasilnya, kadar TDS air mineral SuteraCcOxy sebesar 0 (Nol) ppm (part per milion) dan uji elektrolisisnya tetap bening. Hal ini menandakan bahwa tingkat kesehatan produk buatan mahasiswa tersebut telah teruji.

“TDS merupakan satuan banyaknya zat yang terlarut dalam air. Jumlah TDSS suatu air minum yang diijinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkisar antara 4-12 ppm” jelas Sanusi.

Sebagai pembanding lain berupa air sumur, air galon, dan air mineral bermerek X memiliki kandungan TDS yang lebih tinggi dari SuteraCcOxy. Untuk air sumur mengandung TDS sebesar 10 ppm dan terdapat endapan kuning, air galon reftil memiliki TDS sebesar 11 ppm dan terdapat endapan kuning, serta air mineral X memiliki kandungan TDS sebesar 21 ppm dan terdapat endapan hijau.

Air minum yang diproduksi oleh Aziz dan Sanusi tersebut telah diproduksi dalam berbagai kemasan, yakni kemasan gelas 250 ml, botol 350 ml, botol 600 ml, botol 1000 ml dan galon 19 liter. Saat ini mahasiswa, dosen, karyawan dan masyarakat luas telah menjadi konsumen SuteraCcOxy. Bagi yang berminat untuk memesan air kemasan in bisa memesannya melalui nomor 085842213072.

(IBALH)

LEAVE A REPLY