Mahasiswa Teknik Elektro Unnes Ciptakan Alat Pendeteksi Tanah Longsor

Mahasiswa Teknik Elektro Unnes Ciptakan Alat Pendeteksi Tanah Longsor

SEMARANG, cahUnnes.com – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil menciptakan alat pendeteksi dini tanah longsor.

Alat buatan Supriyanto mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) ini mampu memberikan tanda bahaya lebih cepat dalam radius hingga 1 km.

“Alat ini bisa mendeteksi pergerakan tanah. Jadi ketika ada tanah bergerak dapat dimonitoring menggunakan laptop. Nanti dilaptop akan memunculkan tanda aman, siaga atau bahaya,” ungkap Supriyanto seperti diberitakan Metro TV, Rabu (22/2/2017).

Indikator tersebut ditunjukkan dengan lampu hijau, kuning dan merah. indikator lampu hijau untuk tanda aman, kuning pertanda siaga dan merah tanda bahaya. “Dengan indikator itu bisa mengantisipasi serta mengurai kerugian akibat bencana longsor,” terangnya.

Supriyanto mengaku untuk membuat alat pendeteksi longsor ini ia menghabiskan sebesar 1,5 juta rupiah dengan masa pengerjaan tiga sampai empat bulan. Untuk sementara alat ini hanya mampu mencapai radius 1 Km, namun Supriyanto akan menyempurnakan alat ini untuk membantu pemerintah setempat memantau daerah rawan bencana.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Suparjono mengungkapkan alat ini bisa dipasang di kelurahan-kelurahan yang rawan bencana longsor.

“Apabila alat ini dipasang kemudian kita bisa memonitor dan hasilnya bagus. Hal ini akan menjadi luar biasa,” ungkapnya.

Rencananya alat ini akan disosialisasikan di seluruh BPBD seluruh Jawa Tengah. Namun, untuk pertama kalinya akan di uji cobakan serta diterapkan di sejumlah titik rawan longsor di Kota Semarang.

LEAVE A REPLY