cahUnnes.com – Pagi itu di lapangan B1 FBS bersuasana tidak sebagaimana biasanya. Alunan musik khas jawa mengalun mengirama dengan beriringkan beberapa lagu seperti Kebo Giro, Gugur Gunung dan Suwe Ora Jamu. Tampaknya hari Rabu (18/12), Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes memiliki hajatan tahunan yang diberi nama Gebyar Jawa IV.

Setelah melihat lebih dekat ke tempat acara, ternyata alat musik tersebut dimainkan oleh mahasiswa ‘bule’ yang sedang mengikuti program Darmawisata. Mereka sengaja datang ke Unnes untuk belajar seni dan budaya. Selama hampir satu semester ini, karawitan adalah salah satu mata kuliah yang mereka dapat.

Yusro Edy Nugroho Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa mengungkapkan bahwa dengan adanya mahasiswa asing yang belajar diharapkan para dosen dan karyawan pun juga ikut belajar.

“Mahasiswa asing menika remen gladi kawruh kebudayaan bahasa jawi. Kadang Darmasiswa menika sampun dipun gulawentah kaleh kadang wonten Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa. Sumonggo mangkih bapak saha ibu saget gladi sesarengan”, kata Yusro dalam sambutannya.

Asuka Tachizaki merupakan mahasiswa asal Jepang, ia mengaku harus belajar lebih lama supaya bisa memainkan gemelan dengan terampil. “Sangat sulit, dan saya harus banyak belajar lagi,” katanya sambil tersipu malu. Asuka memainkan bonang penerus.

Selain mahasiswa asal Jepang tersebut juga ada sembilan mahasiswa asing lainnya yang memainkan alat musik jawa seperti instrumen demung, saron, kenong dan gong.

Selain penampilan mahasiswa asing program darmasiswa, acara tersebut juga dimeriahkan dengan  barong yang dibantu oleh seniman asal Blora.

(IBALH)

LEAVE A REPLY