SEMARANG, cahUnnes.com – Memperingati hari tari sedunia, delapan penari yang terdiri atas dosen, mahasiswa dan alumni Jurusan Seni Drama Tari (Sendratasik) Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes), menari sejak pukul 06.00 pada Selasa (29/4/2014).

Pembukaan ditandai dengan pengalungan selendang oleh Rektor unnes, Prof Fathur Rokhman kepada delapan penari yang akan terus bergerak selama 12 jam tanpa henti. Menari tanpa henti itu tidak hanya sekadar menari saja, tapi memiliki arti tersendiri.

Menurut Fathur, Konsep dasar manari yakni gerak, harus menjadi semangat tiap civitas academica Unnes.

“Jangan pernah berhenti bergerak untu terus berkontribusi pada peradaban dunia,” tuturnya, disitat laman Unnes.ac.id.

Lebih lanjut, acara yang baru kali pertama diselenggarakan di Kampus Sekaran itu, Ia mengajak siapa pun untuk memaknai keteguhan. “Di Dalam tari ada makna keteguhan dan konsistensi yang harus diapresiasi,” ujarnya.

Ketua Jurusan Sendratasik, Joko Wiyoso MHum menambahkan, peringatan hari tari sedunia di Unnes juga dimeriahkan beberapa kelompok penari yang menyajikan tari secara bergantian.

“Dari luar FBS misalnya, ada yang dari Fakultas Ilmu Sosial, Hima Akuntansi, BEM Fakultas Hukum, Hima Manajemen, dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) juga turut meramaikan acara,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, kelompok penari juga dimeriahkan dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA, seperti PG-PAUD, TK Ummul Qurra, SMP IT PAPB Semarang, SMA 16 Semarang, SMK Texmaco, Sanggar Galuh Rembang, Sanggar Setyo Langen Budaya Wonosobo, Komunitas Barongan Blora, Sanggar Among Roso Banyumanik, Sanggar Kedaton Semarang, dan Sanggar Yasa Budaya Semarang

(Bicho)

LEAVE A REPLY