SEMARANG, cahUnnes.com – Pancasila sebagai ideologi seolah ditinggalkan masyarakat Indonesia. Hal itu ditambah dengan peran negara yang sangat minim, sehingga kondisi tersebut menimbulkan radikalisme di Indonesia. Demikian disampaikan Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Kaelan saat menjadi pembicara Seminar Nasional bertajuk “Kewaspadaan Nasional: Pancasila dan Radikalisme” di Gedung C7 FIS, Kamis (4/6/2015).

“Perlu ada revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk melawan radikalisme,” tandasnya dalam acara Seminar yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Negeri Semarang (Unnes).

IMG_0330-copy - Copy

Menurutnya, ideologi saat ini, baik yang bersifat normatif maupun praksis sudah mengarah ke liberal.

Seminar ini dihadiri 359 peserta dari berbagai kalangan. “Pesertanya meliputi mahasiswa Unnes, mahasiswa UPI, guru SMA, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat umum,” tutur Ginawan Riyanto selaku ketua panitia.

(IBALH)

Foto: Unnes.ac.id

LEAVE A REPLY