Kegalauan Mahasiswa Tingkat Akhir: 3K (Kerja, Kuliah, Kawin)

Kegalauan Mahasiswa Tingkat Akhir: 3K (Kerja, Kuliah, Kawin)

Tersesatlah kita di jalan, tapi jangan tersesat di tujuan (Mutia Prawitasari)

Berdasar pengamatan pribadi, mahasiswa yang sudah mulai menginjak semester 7 mempunyai semangat untuk lulus lebih cepat. Kegiatan PPL dan PKL membantu mereka untuk merasakan atmosfer dunia yang akan mereka hadapi pasca kuliah. Namun, tidak sedikit pula yang masih menimbang rencana pasca kuliah S1. Secara garis besar ada 3 opsi yang umumnya akan menjadi pilihan mahasiswa setelah lulus. Tiga diantaranya akan dibahas dalam artikel ini disertai pendapat pribadi penulis kapan harus memilih pilihan tersebut.

Kerja
Sebagian besar mahasiswa tingkat akhir ingin langsung bekerja ketika lulus kuliah. Hal ini dikarenakan motivasi untuk membahagiakan orang tua, mandiri secara financial maupun menggeluti profesi yang sudah dicita-citakan sejak kecil. Jika kalian yakin memilih bekerja sebagai aktivitas setelah lulus, tidak ada salahnya kalian membuat CV mulai sekarang, mencari info terkait instansi mana yang biasanya membutuhkan keahlian kalian, serta laman-laman mana saja yang menyediakan infomasi mengenai job vacancy.

Kuliah
Pilihan ini menjadi lebih marak akhir-akhir ini. Apalagi banyak lembaga yang menawarkan beasiswa untuk mahasiswa pascasarjana. Bagi kalian yang ingin memilih S2, pastikan kalian tidak menjadikan S2 sebagai “pelarian” karena (maaf) belum diterima kerja ataupun bingung dengan keinginan kalian. Pendidikan pasca sarjana dipilih oleh mereka yang memang ingin terus belajar di lingkungan akademik yang mendukung, mempunyai kegemaran untuk mengembangkan keilmuan berdasarkan kepakaran, atau profesi yang kalian inginkan akan sangat ditunjang dengan pendidikan pascasarjana ini, dosen misalnya. Tertarik? Rencanakan hal itu sejak sekarang akan lebih baik. Carilah info mengenai kampus, jurusan ataupun kurikulum jurusan yang kalian minati di berbagai kampus. Cari info beasiswa maupun kontak orang-orang yang sekiranya bisa kalian ajak diskusi untuk memberikan pengarahan maupun sharing pengalaman mereka.

Kawin
Baiklah, tidak dipungkiri mahasiswa tingkat akhir akan merasa sangat “baper” ketika ada temannya yang sudah sebar undangan apalagi itu mantan (lupakan). Banyak orang juga berharap segera menikah ketika lulus, sebab mungkin masih banyak orang tua yang mengharapkan menantunya merupakan orang yang sudah mandiri secara akademik sehingga mereka bisa tenang jika anaknya hidup dengan orang baru tersebut. Di Indonesia, merupakan yang umum jika menginjak usia 20an juga identik dengan rencana membentuk keluarga. Hal yang perlu diperhatikan kamu dan dia akan menikah untuk selamanya. Jadi pikirkan hal ini baik-baik. Kalian juga bisa membaca buku-buku tentang pernikahan ataupun parenting untuk mempersiapkan rencana ini.

Karena nasib bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh pemuda, mari menjadi pemuda yang tau apa yang harus dituju. Ke semua pilihan tersebut juga harus dibarengi dengan kebermanfaatan kita bagi sesama. Bagi saya lebih baik kalian membingungkan pilihan-pilihan tersebut sekarang daripada kalian terlambat menyadari bahwa sedang berada dalam kebingungan.

Semoga membantu.

 

Cahyaning Budi Utami

1 KOMENTAR

  1. hmm.. memang dilema.. hanya saja terkadang kita sendiri terjebak dalam pemikiran kuliah agar bisa kerja lebih baik.. memang tidak salah cuma kalau niatnya cuma kerja ya tidak kuliahpun juga bisa.. nah pertanyaannya untuk apa kuliah? agak susah jawabnya..hehehe.. tapi kalau saya sendiri apa yang kita kejar itu yang kita dapat.. (setidaknya begitu.. tentu syarat dan ketentuan berlaku :D)..

    Yang jelas semakin tinggi jenjang pendidikan semakin tinggi pula asa yang digantungkan.. dan yang namanya digantung itu sakit bos.. 😛

LEAVE A REPLY