SEMARANG, cahUnnes.com – Proses pemilihan Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali menjadi sorotan. Pasalnya salah satu kandidat kuat calon rektor Prof Supriadi Rustad mengundurkan diri dari kontestasi. Bahkan proses pemilihan rektor terancam tidak bisa berlanjut.

“Saya mengundurkan diri demi nama baik Unnes,” kata Prof Supriadi yang kini menjabat sebagai Direktorat PTK Ditjen Dikti Kemendikbud, Kamis (14/8/2014).

Ia menjelaskan keputusannya mengundurkan diri demi kebaikan bersama. Menurutnya sejak awal kontestasi Pilrek dibuka, muncul berbagai masalah. Ia berharap Unnes kembali menjadi kampus yang damai dan tidak ada kisruh – kisruh lagi.

Dikabarkan Prof Supriadi menyatakan mundur sejak 5 Agustus lalu. Pilrek Unnes sendiri dijadwalkan pada 26 Juni lalu. Namun, pemilihan sempat terhenti pada awal Juni karena perdebatan persyaratan calon rektor yang salah satunya, calon rektor merupakan dosen PNS aktif.

Proses pun dilanjutkan dan Senat Unnes memtuskan Supriyadi memenuhi syarat calon rektor. Pada pemilihan bakal calon rektor, Supriadi unggul dengan 37 suara dari total 69 anggota Senat. Namun, kekisruhan kembali terjadi saat Senat mengajukan surat dan menunggu jawaban dari Kementerian. Salah satunya, terjadi saling lapor ke polisi.

Sekarang sebenarnya Unnes tinggal menunggu persetujuan Kementerian terkait pelaksanaan tahap akhir pemilihan rektor. Namun, Supriadi telah mengundurkan diri dari kontestasi sebelum Kementerian menjawab waktu pelaksanaan pemilihan.

Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unnes Prasetyo Listiaji mengatakan mahasiswa menuntut pemilihan ulang karena hanya terdiri dari dua kandidat calon rektor.

“Berdasarkan aturan senat, pemilihan rektor dapat dilangsungkan minimal terdiri dari tiga calon tetap,” tandasnya.

Pihaknya memberikan dua alternatif pemilihan rektor berdasar aturan Senat. Pertama, pengulangan dari awal, dimulai dengan penjaringan. Kedua, pengulangan yang dimulai dari bakal calon rektor.

”Pilihan yang pertama, akan lebih panjang prosesnya, tapi membuka peluang lebih besar. Sementara, pilihan kedua, lebih hemat waktu, tenaga dan biaya. Tapi kesempatan dosen Unnes untuk ikut bursa pencalonan lebih sempit,” kata Mahasiswa Fisika asal Kudus itu.

Sesuai aturan, BEM KM menuntut 8 November nanti sudah ada rektor terpilih yang siap dilantik. Ia berharap akan terpilih rektor baik yang muncul dari proses pemilihan yang baik pula.

“Pemilihan yang baik, tentu harus muncul dari proses yang baik,” pungkasnya.

Perlu diketahui tiga nama calon tetap rektor Unnes yakni Prof Supriadi Rustad, Dr Suwito Eko Pramono dan Prof Fathur Rokhman (rektor pertahana dari pergantian antar waktu). Ketiganya telah mengajukan paparan visi dan misi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Senat Unnes juga telah menyurati Kementerian Pendidikan terkait pelaksanaan tahap akhir pemilihan. Pada tahap akhir, kementerian akan memberi suara, di samping suara senat. Suara kementerian berpengaruh 35 persen, sementara suara Senat Unnes 65 persen.

(Bicho)

LEAVE A REPLY