SEMARANG, cahUnnes.com – Teka – teki penebangan hutan di komplek Kampus Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) akhirnya terjawab. Selain membangun laboratorium terpadu, Unnes juga akan membangun Kampung Budaya yang terletak persis di sebelah barat Kampus FBS.

Menggunakan dana sumbangan Islamic Development Bank (IDB), Kampung Budaya akan dilengkapi dengan panggung pentas bertaraf internasional. Selain itu, juga dibangun sebuah pendopo besar berukuran 20×20 m. Pendopo itu nantinya akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan pentas, baik seni wayang, seni tari, seni drama, maupun kesenian lainnya.

Sekretaris Project IDB Hendi Pratama MA mengungkapkan kampung budaya didesain supaya bisa menjadi pusat kegiatan kesenian mahasiswa, dosen dan masyarakat umum.

“Penonton dapat menikmati pertunjukan tersebut sambil duduk di ampi teater berundak yang mengelilingi pendopo tersebut,” katanya, seperti disitat laman Unnes.ac.id, Selasa (6/1/2015).

Komplek Kampung Budaya juga dikelilingi 3 bangunan lain yang membentuk leter ‘U’. Bangunan sebelah kanan dan dan kiri dimaksudkan untuk menampung produk karya seni lukis dan kriya. Di tempat tersebut, pameran seni rupa dapat diselenggarakan dengan fasilitas yang mumpumi.

“Pameran senirupa yang selama ini menumpang di lantai 1 gedung Rektorat dan Dekanat FBS nantinya akan memiliki tempat khusus untuk pameran.

Bangunan di belakang pendopo memiliki fungsi sebagai teater indoor. Tempat tersebut dirancang agar memiliki pengaturan lighting dan akustik yang baik. Penonton juga akan dimanjakan karena disediakan kursi yang nyaman yang disusun secara berundak.

“Ruang pertunjukan yang ada sudah dilengkapi dengan ruang produksi sehingga setiap pertunjukan yang diadakan di sini berpotensi untuk dipublikasikan secara professional, baik untuk kebutuhan pendidikan maupun hiburan,” pungkas Hendi.

(IBALH) / Foto : Unnes.ac.id

LEAVE A REPLY