cahUnnes.com. Depok – Para akademisi di kampus diminta untuk tidak ikut serta dalam politik praktis. Hal itu juga ditegaskan oleh Universitas Indonesia (UI) menjelang Pemilu April 2014.

Wakil Rektor Universitas Indonesia (UI) Bambang Wibawarta mengakui bahwa ada sejumlah pengajar luar biasa di UI yang menjadi anggota partai politik. Hal itu, kata Bambang, sah-sah saja dan tak akan mengintervensi mahasiswa dalam setiap pengajaran.

“Sah-sah saja kalau dosen jadi tim sukses. Yang enggak boleh dosen PNS menjadi caleg. Kalau memberi pendapat dan masukan boleh,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/1/2014).

Menurutnya sejumlah lembaga penelitian di UI juga turut andil dalam melakukan survei atau poling politik menjelang Pemilu. Hal itu, kata Bambang, boleh dilakukan untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat.

“Pengajar Luar Biasa boleh anggota partai. Lembaga-lembaga penelitian di UI juga melakukan berbagai survey, kita juga harus paham dengan konstelasi politik yang ada,” ungkapnya.

Bambang menegaskan pendidikan politik bagi mahasiswa yang juga termasuk pemilih pemula penting dilakukan. Ia menegaskan bahwa pada 9 April 2014 nanti seluruh kegiatan perkuliahan diliburkan.

“Kalau sudah apatis enggak akan bagus, harus punya pemahaman, kita kan kurang memahami bagaimana menjadi warga yang baik. Makanya kita adakan pendidikan politik, sosialisasi pemilu setiap minggu tingkatkan partisipasi biar enggak salah pilih. Nanti 9 April kami liburkan, bantu sukseskan pemilu, agar jangan pilih kucing dalam karung,” tutupnya

Sumber : Okezone.com

LEAVE A REPLY