SEMARANG, cahUnnes.com – Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengklaim kunjungan mahasiswa asing meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu.

“Dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikkan 20 persen atau sampai saat ini 70 orang dengan target 50 mahasiswa dari Kementrian Pendidikan (kemendikbud) untuk Unnes,” kata Kepala International Office Unnes Intan Permata Hapsari usai pembukaan Joint Summer PKKUI dari VIA University College Denmark, dan penerimaan mahasiswa PPL Antarbangsa dari UPSI Malaysia Selasa (5/9/2017) siang.

Intan menjelaskan, tahun ini Joint Summer diikuti tiga mahasiswa dari VIA University College Denmark yang mengikuti berbagai kegiatan di lima fakultas di UNNES, mulai 28 Agustus-20 Oktober 2017. Rencananya para mahasiswa asing ini akan dikenalkan budaya lokal seperti pencak silat, tari tradisional dan lainnya.

“Sementara Untuk Darmasiswa 2017/2018, diikuti lima mahasiswa dari Slovakia, Polandia, dan Filipina yang akan mendapatkan scholarship dari Kemendikbud untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia,” jelasnya.

Adapun PPL Antarbangsa, lanjutnya, ada 10 mahasiswa dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) yang ikut. Pada tahun kemarin, UPSI juga mengirimkan 10 mahasiswa karena sudah menjadi mitra baik Unnes.

“Nantinya, kata dia, peserta PPL Antarbangsa akan berada di kampus Unnes selama dua bulan untuk praktik mengajar di tiga sekolah binaan Unnes, seperti Labschool dan SMK Negeri 7 Semarang,” katanya.

Anggota Staf Ahli Rektor Unnes Bidang Kerja Sama dan Internasionalisasi, Ratna Dewi Kusumaningtyas, menyebutkan semakin tahun memang semakin banyak mahasiswa asing dari berbagai negara yang belajar di kampus Unnes, Kota Semarang.

“Pada tahun lalu, kurang lebih ada 70-an mahasiswa asing. Pada tahun ini, sampai September ini sudah ada 70 s.d. 80 mahasiswa yang akan terus bertambah lagi dengan program lainnya hingga akhir tahun,” katanya.

Bukan hanya seputar pengenalan budaya dan bahasa, Ratna mengatakan bahwa kegiatan juga ada yang bersifat sains dan teknologi, seperti pembuatan kriya tulang daun dan biodiesel dari biji karet. “Beberapa waktu lalu, ada 10 mahasiswa dari Thailand dan Malaysia yang ikut program Internasional Community Engangement (ICE) 2017 yang diajari membuat biodiesel dan kriya tulang daun,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unnes Prof. Fathur Rokhman mengatakan bahwa universitas konservasi itu pada tahun ini memiliki visi reputasi menuju internasionalisasi yang difokuskan pada tahun depan. “Ya, tujuannya Unnes menjadi world class university. Menjadi destinasi studi mahasiswa asing, rujukan mahasiswa asing untuk belajar. Makin banyak mahasiswa asing yang belajar di sini,” katanya.

LEAVE A REPLY