SEMARANG, CAHUNNES.COM – Pencurian perangkat elektronik seperti laptop dan gawai di kos-kosan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) selama ini cukup meresahkan.

Pencuri dalam melakukan aksinya tidak hanya menyasar kos-kosan yang kosong, namun pencuri juga bisa menggasak barang berharga ketika kos-kosan tersebut berpenghuni.

Saat beraksi, pencuri secara spontan langsung memasuki kos-kosan mahasiswa.

“Pokoknya kalau ada rumah kos-kosan yang terbuka pintunya langsung saya masuki,” kata Andri Muslim, salah seorang pencuri yang berhasil ditangkap Anggota Polsek Gunungpati di Bandung.

Seperti diberitakan Tribun Jateng, Andri mengungkapkan sebelum mencuri dia memastikan kondisi di dalam kos-kosan. Jika kos-kosan tidak terkunci dia akan langsung menerobos dan mencuri apapun khususnya laptop.

Apabila pintu kos-kosan tertutup, Andri mengetuk pintu dan berpura-pura ingin bertemu dengan salah seorang penghuni kos. Andri mengincar kamar kosan yang ditinggal penghuninya untuk mandi.

Sebelum masuk ke kamar, Andri akan mengecek gantungan atau apapun di sekitar kamar mandi karena biasanya kunci kamar tergantung di sana. Jika tidak ada, Andri mengecek di sekitar pintu kamar kosan saat penghuninya sedang mandi.

“Pasti ada aja kuncinya yang disimpan di atas pintu, rak sepatu, atau digantung di jendela kamar,” imbuhnya.

Selain itu, waktu Salat Jumat jadi kesempatan bagi Andri untuk melancarkan aksinya.

Ia menilai bahwa saat Salat Jumat, kamar ataupun rumah kos-kosan akan sepi karena ditinggal salat oleh para penghuninya.

“Pas salat jumat sepi, makanya saya mengambil kesempatan itu juga,” lanjut tersangka.

Tertangkap di Bandung
Andri adalah pencuri lintas provinsi yang berhasil dibekuk Anggota Polsek Gunungpati di Bandung.

Tersangka diketahui memang merupakan warga asli Kota Bandung yang sudah satu tahun tinggal di Kota Semarang.
Dia tinggal di kontrakan bersama istrinya di wilayah Pasadena, Ngaliyan, Kota Semarang.

Ia mengatakan sudah sepuluh bulan melakukan aksi pencurian laptop di kawasan kos-kosan mahasiswa Unnes.

“Saya sudah mencuri 13 kali di kosan yang berbeda-beda,” kata Andri.

LEAVE A REPLY