SEMARANG, cahUnnes.com – Berbagai penampilan tari – tarian tradisional nusantara yang dibawakan sejumlah mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) mewarnai kemeriahan pembukaan Bulan Bahasa dan Seni (BBS), Jumat (10/10/2014).

Alunan musik tradisional gamelan juga turut mengiringi senam konservasi yang diikuti ribuan civitas akademika di kampus ungu tersebut. Mereka yang mengenakan setelah atas kaus putih itu juga tampak menikmati pentas tari dari Papua, Bali hingga sunda itu.

“Tari kentongan, tari Papua, tari Bali dan Sunda sengaja dipilih sebagai perwakilan budaya nusantara,” kata Ketua Panitia BBS, Suseno.

Ia mengungkapkan tema BBS “Mematut Budaya, Merajut Harmoni dan Jatidiri” didasarkan atas respon terhadap era globalisasi. Menurutnya, globalisasi memungkinkan adanya budaya asing yang masuk ke Indonesia.

“Budaya asing masuk sedikit banyak menggerus budaya kita. Kita perlu memilih dan memilah yang tepat untuk diambil. Pada akhirnya kita harus memiliki budaya yang lebih baik,” pungkasnya.

Perlu diketahui, acara tahunan tersebut dibuka oleh Pembantu Raktor Bidang Kemahasiswaan, Prof Masrukhi dan ditandai dengan pemukulan lesung bersama Dekan FBS bersama panitia. (IBALH)

LEAVE A REPLY