Penutupan Pimnas ke-XXVI di Universitas Mataram (doc cahUnnes)

SEMARANG, cahUnnes.com – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) merupakan ajang tahunan yang menjadi wadah para mahasiswa menuangkan kreatifitasnya. Untuk menghadapi Pimnas hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia mempersiapkan diri dan bersaing pada setiap tahunnya.

Selain untuk memacu kreatifitas dan inovasi terbaik anak-anak bangsa, Pimnas juga menjadi ajang adu gengsi antar perguruan tinggi. Maka tidak heran jika perguruan tinggi melakukan berbagai cara mulai dari lomba PKM internal universitas, pelatihan pembuatan proposal PKM, hingga karantina bagi para mahasiwa yang berhasil lolos Pimnas. Semua itu dilakukan supaya para mahasiswa dapat bersaing dan memperoleh hasil maksimal.

Setiap perguruan tinggi memiliki catatan tersendiri terkait perolehan medali dan peringkat yang diraih dari tahun ke tahun. Untuk kali ini, redaksi cahUnnes akan menampilkan fakta prestasi Universitas Negeri Semarang (Unnes) dalam gelaran Pimnas sejak tahun 2011 hingga tahun 2016.

Tahun 2011, Unnes datang ke Pimnas XXIV yang berlangsung di Universitas Hasanuddin Makassar dengan 13 tim. Pada saat itu, Unnes meraih prestasi gemilang setelah berhasil meraih dua medali emas, satu perak, dua perunggu, dan dua predikat favorit. Hasil itu menempatkan Unnes sebagai juara Umum III di bawah Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Tahun 2012, meraih prestasi gemilang di tahun sebelumnya, Unnes melangkah lebih optimis ke Pimnas XXV di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Unnes membawa 13 tim untuk bersaing dengan 400 tim dari 98 perguruan tinggi di Indonesia. Namun, pada Pimnas XXV kali ini, Unnes justru turun ke peringkat VII.

Tahun 2013, Unnes menjadi perguruan tinggi dengan jumlah terbanyak PKM yang didanai Diki. Tercatat ada 356 PKM yang membuat Unnes optimis menghadapi Pimnas XXVI di Universitas Mataram. Bahkan, Unnes memasang target 3 besar saat Pimnas. Namun, karena ketatnya persaingan 19 tim Unnes satu persatu tumbang. Unnes hanya berhasil menempati peringkat 10 terbaik.

Tahun 2014, Unnes kembali mencatatkan diri sebagai salah satu universitas dengan jumlah terbanyak PKM didanai Dikti. Tercatat ada 359 PKM, lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, hal itu tidak sebanding dengan jumlah PKM yang berhasil tembus ke Pimnas. Hanya ada 14 tim yang berhasil lolos ke Pimnas ke XXVII di Universitas Diponegoro. Prestasi Unnes dalam gelaran Pimnas juga merosot drastis ke peringkat 14 terbaik.

Tahun 2015, perwakilan Unnes dalam gelaran Pimnas semakin menurun. Pada tahun ini, Unnes hanya mampu mengirimkan 7 tim ke Pimnas XXVIII di Universitas Halu Oleo Kendari. Meskipun, hanya mengirimkan 7 tim, prestasi Unnes mulai sedikit membaik. Unnes berhasil merangkak ke peringkat 11 terbaik.

Tahun 2016, Unnes mengirimkan 11 tim ke Pimnas XXIX di Institut Pertanian Bogor (IPB). Rektor hanya berpesan kepada tim agar senantiasa menjaga kesehatan dan berjuang secara maksimal. Namun, prestasi Unnes kembali turun, Unnes hanya berada di peringkat 13 terbaik.

Peringkat 3 Pimnas ke-24 Universitas Hasanuddin Makassar (2011)
Peringkat 7 Pimnas ke-25 Universitas Muhammadiyah Malang (2012)
Peringkat 10 Pimnas ke-26 Universitas Mataram (2013)
Peringkat 14 Pimnas ke-27 Universitas Diponegoro (2014)
Peringkat 11 Pimnas ke-28 Universitas Halu Oleo (2015)
Peringkat 13 Pimnas ke-29 Institut Pertanian Bogor (2016)

Berdasarkan fakta yang ada, Unnes mengalami tren penurunan peringkat dari tahun ke tahun. Semoga, Unnes dapat lebih menata dan mempersiapkan diri untuk menghadapi Pimnas di tahun-tahun yang akan datang.

LEAVE A REPLY