Foto: Unnes.ac.id

SEMARANG, CAHUNNES.COM – Salah satu keluhan pengguna elektronik yang menggunakan tenaga baterai adalah kerusakan baterai. Kasus kerusakan yang sering terjadi disebabkan kesalahan selama proses pengisian baterai.

Permasalahan ini berusaha diselesaikan oleh duet dosen muda Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang (Unnes) Much Aziz Muslim dan Budi Prasetyo. Mereka mengembangkan inovasi teknologi grid charging untuk mengoptimalkan umur baterai.

Untuk saat ini produk yang sedang dikembangkan adalah solar control dengan teknologi smart grid battery charging control dengan menggunakan tiga baterai, mempunyai tiga fungsi yakni Smart charging, Overcharging control, dan Charging monitor.

“Smart charging yaitu alat ini mampu memilih baterai yang levelnya paling rendah untuk dilakukan pengisian,” kata dosen muda Unnes itu, dikutip dari laman resmi Unnes, Rabu (29/11/2017).

Kemudian Overcharging control menghentikan pengisian baterai jika sudah kondisi penuh sehingga dapat mengoptimalkan umur baterai, dan Charging monitor yakni mampu memonitoring pengisian baterai via layar LED

Ini masih program pengembangan inovasi akan diterapkan untuk perusahaan listrik tenaga surya baik untuk industri maupun sekala rumah tangga.

“Jika diterapkan di kampus Unnes ini sangat cocok sekali untuk mengurangi penggunaan energi yang bersumber dari listrik PLN digantikan dengan tenaga matahari,” katanya.

Perlu diketahui inovasi energi terbarukan ini dikembangkan melalui program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) KemenristekDikti 2017.

LEAVE A REPLY