SEMARANG, cahUnnes.com – Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Ahmad Slamet MSi mengajak mahasiswa untuk berpikir ilmiah. Menurutnya sifat ilimiah yang membedakan sikap mahasiswa dengan yan lain. Hal itu Ia sampaikan saat Workshop Penyusunan Tesis, Disertasi dan Pengolahan Data Hasil Penelitia, Sabtu (13/6/2015) di Gedung Aula Pascasarjana (PPs) Unnes.

“Keingintahuan yang bersifat ilmiah ini yang membedakan antara yang bukan akademisi dan akademisi,” tandasnya pada Workshop yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa PPs Unnes itu.

Lebih lanjut Ahmad Slamet menyampaikan dihadapan seratusan mahasiswa S2 dan S3 jika hasrat keingintahuan tentang kebenaran seorang akademisi lebih terstruktur. Hal ini akan berdampak munculnya kompetensi mahasiswa yang mampu menjelaskan masalah.

“Maka mahasiswa harus terbiasa menggunakan struktur ilmiah dalam menghadapi suatu permasalahan seperti mulai dari rumusan masalah, hipotesis , landasan teori apa yang dia gunakan” ungkap Profesor dari FE Unnes ini.

Menurut Ahmad Slamet, membangun pola pikir ilmiah tidak hanya digunakan saat membuat karya ilmiah seperti tesis atau disertasi. Pola pikir ilmiah harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga ilmu yang selama ini dienyam selama sekitar 4 tahun berguna.

(Yuni)

LEAVE A REPLY