Tahapan wawancara dalam memperebutkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan tahapan paling akhir dari seluruh rangkaian seleksi beasiswa LPDP dan sangat menentukan kelulusan seorang pelamar.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Beberapa Tahapan Seleksi Beasiswa LPDP

Meskipun kamu sangat performing di tahapan seleksi sebelumnya, kamu bisa saja terjungkal diseleksi wawancara dan dinyatakan gagal sebagai awardee. Karena itu, tak jarang para pelamar LPDP resah dan stres sebelum proses seleksi yang satu ini berlangsung.

Bocoran Pertanyaan Seleksi Wawancara Beasiswa LPDP

Nah, agar kamu tidak resah dan stres, berikut beberapa gambaran pertanyaan substantif yang sering diajukan para tim penguji dalam seleksi wawancara beasiswa LPDP.

 

1. Pertanyaan seputar diri sendiri

Pertanyaan jenis ini seringkali membuat peserta seleksi kehilangan arah, bahkan ada yang benar-benar “tidak mengenal” dirinya sendiri. Dalam arti, ketika diminta menjelaskan dirinya, peserta cenderung terbata-bata bahkan tak mampu menjelaskan. Ada beberapa pertanyaan seputar ini:

a. Bisakah Anda perkenalkan diri secara singkat kepada kami?

Di sini, kamu jangan menjelaskan silsilah keluarga secara terperinci (ini tidak penting bagi interviewer). Kamu harus mengajukan jawaban paket komplit yang memberi kesan mendalam kepada pewawancara, semisal nama lengkap, domisili, latar belakang pendidikan, kegiatan kamu paling mutakhir, kegiatan sosial apa yang tengah kamu geluti, apa saja karya kamu dalam bidang yang digeluti, dan apa prestasi terbesar kamu selama ini. Hal ini untuk mengarahkan para pewawancara masuk dalam atmosfer kamu, bukan sebaliknya kamu terjebak atmosfer pewawancara yang ujung-ujungnya kamu malah tertekan secara psikis.

Baca juga: Tips Cerdas Agar Lolos Seleksi Esai Beasiswa LPDP

b. Apa momentum paling membahagiakan dan menyedihkan dalam hidup Anda?

Katakan secara jujur dan jangan merekayasa jawaban dengan tujuan membuat kagum atau sedih para interviewer. Ingat, dalam seleksi wawancara LPDP, kamu dipantau oleh seorang psikolog, sehingga kamu dianjurkan untuk jujur dan tenang dalam menjawab setiap pertanyaan. Biasanya, pertanyaan tentang hal menyedihkan selalu disusul pertanyaan tentang bagaimana cara kamu mengatasi kesedihan tersebut. Misalkan, kalau kamu menjawab membaca buku, maka akan ditanya apa judulnya dan diminta menjelaskan isi buku tersebut. Jadi, berhati-hatilah menjawab pertanyaan ini, sebab jawaban kamu bisa melahirkan pertanyaan tambahan.

c. Bagaimana orang lain menilai Anda?

d. Apa kelebihan dan kekurangan Anda?

e. Bagaimana Anda menilai diri sendiri?

f. Hendak menjadi apakah Anda sepuluh tahun ke depan?

g. Siapa tokoh yang menginspirasi Anda?

 

2. Pertanyaan seputar aktivitas Anda

Pertanyaan ini tentu berkaitan dengan esai kontribusi bagi Indonesia dan esai rencana karier dan pengabdian. Jangan lari dari dua esai tersebut sebab kamu bisa dianggap tidak menguasai materi esai yang kamu tulis sendiri. Sebagai contoh: Apa kontribusi Anda bagi masyarakat selama masa kuliah? Apa yang Anda akan lakukan setelah pulang kuliah dari kampus dan negara tujuan? Apa tantangan terbesar Anda selama beraktivitas di lingkungan kampus dan masyarakat? Apa pencapaian terbesar Anda bagi lingkungan sekitar? Apa organisasi yang berkontribusi membentuk karakter Anda? Intinya, jelaskan kembali lebih detil yang mungkin tidak sempat Anda tuangkan dalam esai.

Baca juga: Tips Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP

3. Pertanyaan seputar LPDP, kampus dan rencana studi

Anda juga harus berbicara sesuai esai rencana studi yang meliputi rencana studi, topik tesis dan aktivitas di dalam dan di luar perkuliahan. Beberapa contoh pertanyaannya seperti ini:

a. Mengapa memilih beasiswa LPDP bukan lainnya?

Ini jawaban yang sering dijawab secara normatif. Padahal, seharusnya kamu menjustifikasi jawabannya dengan bukti konkrit. Misalkan, saya menemukan visi misi saya sejalan dengan LPDP yaitu kembali ke masyarakat. Selama ini, selepas kuliah S-1 atau S-2, saya langsung berkontribusi bagi masyarakat dengan melakukan ini dan itu (sebutkan apa saja yang kamu lakukan). Sebab itu, saya senang jika bisa diterima sebagai awardee LPDP.

b. Apa yang membuat Anda spesial dan berbeda dari pelamar beasiswa lainnya?

c. Siapkah Anda tidak menerima beasiswa dari lembaga lain jikalau Anda terpilih sebagai awardee?

d. Mengapa Anda ingin berkuliah lagi?

e. Mengapa Anda memilih kampus ini dan mengambil jurusan tersebut?

f. Mengapa tidak memilih kampus lain dan mengambil jurusan yang berbeda dari jurusan Anda sebelumnya?

g. Sudahkah Anda mendapat LoA? Bagaimana cara mendapatkannya?

h. Sudahkah Anda melihat kurikulum di kampus pilihan Anda?

i. Siapa profesor yang akan membantu tesis/disertasi Anda nanti?

j. Apa judul tesis/disertasi Anda? Bisa dijelaskan?

k. Jika Anda ditawarkan bekerja di negara tujuan, apakah Anda siap?

Hati-hati dengan pertanyaan ini. Anda harus sesuaikan dengan visi misi LPDP yaitu kembali ke Indonesia dan berkontribusi untuk lingkungan sekitar. Ingat, wajib pulang kampung.

l. Bisakah Anda mengikuti proses pembelajaran di kampus tujuan Anda dengan maksimal?

Jawaban dari pertanyaan ini harus berupa justifikasi, seperti; saya sudah berpengalaman kuliah di kampus yang jauh dari daerah asal saya dengan ritme belajar yang tinggi dan saya berhasil menyelesaikan studi sebagai lulusan terbaik, terbukti dengan piagam penghargaan yang saya sertakan dalam seleksi berkas.

 

4. Pertanyaan seputar negara tujuan

Pertanyaan seputar negara tujuan ini sering menjebak dan membuat para calon awardee lupa diri lantaran terlena dengan keindahan negara tujuan, bukan fokus pada hal yang lebih substansial yang berkaitan dengan pendidikan yang akan ditempuh. Terkadang jawaban-jawaban mereka malah out of topic dan tidak membuat justifikasi. Berikut beberapa contoh pertanyaanya:

a. Apakah Anda pernah merantau?

Jawaban ini harus diikuti justifikasi. Misalkan, sewaktu ditanya seperti ini, saya langsung menjawab bahwa sejak usia 11 tahun, saya sudah merantau dari Ambon ke Jawa Barat untuk bersekolah. Ini contoh jawaban justifikasi yang kuat dan tepat sasaran. Bedakan dengan jawaban yang normatif saja, seperti: saya suka tantangan dan saya senang kalau bisa berpindah ke negara lain untuk kuliah. Jawaban normatif dipandang tidak kuat dan kurang berbobot.

Baca juga: Tips Lolos Assessment Online Beasiswa LPDP

b. Bagaimana Anda beradaptasi di negara tujuan?

Upayakan jawaban ini juga berupa justifikasi, seperti pengalaman anda mengatasi homesick (kangen kampung halaman/ kangen keluarga) di tanah rantau.

c. Bagaimana mengatasi cuaca ekstrim di negara tujuan?

d. Apa hal yang paling Anda sukai dari negara tujuan studi Anda?

LEAVE A REPLY