cahUnnes.com  – Jatuh tempo pembayaran uang kuliah bagi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya semakin dekat. Bagi mereka yang berasal dari keluarga berkecukupan mungkin tidak perlu khawatir, namun masih ada beberapa mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk membayar uang kuliah.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) BEM ITS tidak tinggal diam. Meski mengalami keterbatasan dana bantuan, Posko SPP-Uang Kuliah Tunggal (UKT) tetap digelar hingga 31 Januari 2014.

Penggalangan dana bantuan SPP-UKT yang telah digelar sejak 15 Januari itu, ternyata belum dapat mengumpulkan banyak dana. Hingga 28 Januari 2014, dana yang terkumpul baru mencapai Rp600 ribu.

”Jumlah itu tentunya tak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang membutuhkan bantuan membayar UKT maupun SPP,” kata Direktur Jendral (Dirjen) Pelayanan Finansial Kemeterian Kesma BEM ITS, Zulfatul Hanna, seperti disitat dari ITS Online, Jumat (31/1/2014).

Kekurangan dana tersebut semakin terasa karena Ikatan Alumni (IKA) ITS yang biasanya ikut menyumbang pun harus absen. Mahasiswi yang akrab disapa Hana ini mengaku, dengan adanya keterbatasan dana tersebut, untuk semester ini  BEM ITS tidak dapat menutupi seluruh biaya UKT maupun SPP mahasiswa yang kesulitan membayar.

Untuk mencukupi kebutuhan dana, BEM ITS pun turut mengumpulkan beberapa sumber dana lain dari sisa kegiatan yang telah dilakukan. Misalnya saja dari kegiatan Pertamina Mengajar, dana abadi Kesma, serta dana sisa Rapat Kerja (Raker) BEM ITS. ”Dari sisa kegiatan tersebut dapat terkumpul dana Rp34 juta lebih,” ungkapnya.

Meski begitu, ternyata dana tersebut belum sebanding dengan jumlah mahasiswa yang mendaftar bantuan. Hingga hari kedua Posko SPP-UKT diselenggarakan, jumlah pendaftar telah mencapai 15 orang. ”Padahal waktu pelaksanaan kegiatan ini masih kurang tiga hari lagi,” ujar Hanna.

Hanna menjelaskan, bila sampai 31 Januari 2014 jumlah pendaftar mencapai 30 orang, maka masing-masing mahasiswa hanya akan mendapat bantuan sebesar Rp1 juta. Padahal, masih banyak mahasiswa yang mendapatkan UKT maksimal Rp7,5 juta dengan kondisi ekonomi sulit.

Maka, BEM ITS mengimbau para mahasiswa yang mengajukan bantuan agar tidak menggantungkan nasib dari dana Posko SPP-UKT. ”Kami juga mengimbau agar mahasiswa sudah menyiapkan pegangan uang sebesar UKT mereka dahulu untuk mengantisipasi dana bantuan yang kurang,” imbuhnya.

Dana bantuan tersebut, kata Hanna, baru bisa cair pada 31 Januari 2014. Menurut mahasiswi Jurusan Teknik Kimia itu, tiap mahasiswa yang mengajukan dana akan diusahakan mendapat bantuan. Hanya saja jumlahnya berbeda sesuai dengan keadaan ekonomi masing-masing mahasiswa.

Ke depan, Posko SPP-UKT masih akan tetap digelar tiap semester. Namun, penggalang dana akan lebih dikembangkan lagi ke pihak dosen maupun karyawan ITS. ”Kami tidak membatasi waktu untuk galang dana. Siapapun bisa menyumbang kapanpun mereka mau, kami akan tampung untuk digunakan semester depan,” tutup Hanna.

Sumber : Okezone.com

LEAVE A REPLY