cahUnnes.com – Empat tahun lalu, The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan Batik sebagai warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi milik Indonesia. Sejak saat itu pulalah, 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Yup! Hari ini memang Hari Batik Nasional. Makanya, banyak orang mengenakan batik berseliweran di jalan, di angkutan umum, di kampus, di kantor, hingga di mal. Pemerintah memang mewajibkan kita mengenakan batik sebagai salah satu cara memperingati Hari Batik Nasional.

Tetapi, menjaga kelestarian batik tidaklah sebatas dengan mengenakan batik setiap 2 Oktober atau setiap Jumat bagi para pekerja. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) misalnya, rutin menggelar lomba desain batik untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Selain itu, ada juga pemilihan Duta Batik.

Berbagai institusi dan yayasan pendidikan juga menggelar banyak program pelestarian batik. Kegiatan yang paling populer adalah lomba mendesain batik dan belajar membatik.

Kampus juga menaruh perhatian pada batik. Di Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta misalnya, ada program khusus jenjang D-1 dan D-2 dengan konsentrasi Batik. Tidak hanya itu, banyak juga mahasiswa Indonesia pergi ke luar negeri untuk mempromosikan batik dalam berbagai kesempatan.

Uniknya, civitas akademika se-Indonesia juga memiliki berbagai cara tersendiri untuk memaknai batik sebagai warisan budaya Tanah Air. Mereka menjadikan batik sebagai inspirasi berinovasi.

Berikut beberapa inovasi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang terinspirasi dari batik:

1. Mesin pembuat batik – SMKN 4 Jakarta   
Biasanya, batik dibuat menggunakan canting dan malam. Siswa SMKN 4 Jakarta membuat gebrakan dengan inovasi pembuatan batik menggunakan mesin. Alat ini menggunakan software khusus untuk mempercepat proses pembuatan pola batik.

2. Bikini batik – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Primawati, Deffri Maulana, dan Dyah Ayusinta membuat Untic alias Underwear Batik. Mereka memilih bikini karena sudah banyak produk yang menggunakan batik tetapi belum ada yang berupa pakaian dalam.

3. Metallik – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
Muhammad Miftahul Aziz, Melisa Sudiashri, dan tiga rekan mereka di jurusan Teknik Material dan Metalurgi ITS mendesain batik yang terinspirasi dari struktur mikro sebuah logam. Inovasi yang diberi nama Metallografi Batik (Metallik) pun diaplikasikan pada fesyen.

4. Zeolit – Institut Teknologi Bandung (ITB)
Ternyata, kolaborasi jurusan desain dan sains dapat menghasilkan kreasi batik yang indah. Zeolit dibuat melalui  kajian aplikasi teknologi pembuatan komposisi desain batik yang memanfaatkan diversifikasi ragam varian visualisasi molekuler.

Inovasi ini merupakan buah penelitian Alvanov Zpalanzani, Yan Yan Sunarya, Rino R Mukti, Veinardi Suendo, Dian Widiawati, Chandra Tresnadi, dan Fajar Ciptandi.

5. Andena Batik – Universitas Padjadjaran (Unpad)
Kecintaan Andena Hirma Putri pada batik menggugah dirinya untuk merintis sebuah usaha fesyen bertajuk Andena Batik. Bagi Andena, batik merupakan medium untuk bercerita tentang sejarah.

Tidak heran, desain Andena Batik menampilkan alur kisah tentang kebudayaan, sejarah, dan kehidupan tokoh-tokoh mitos khas Jawa barat, seperti tokoh Sangkuriang, seni tari Jaipongan, hingga sejarah Bandung Lautan Api.

6. Al Warits, batik aromaterapi – STIE Perbanas Surabaya
Batik tulis Madura buatan Warisatul Hasanah ini memiliki aromaterapi yang banyak diminati masyarakat. Waris juga mau membuat batik tulis yang eksklusif sehingga tidak ada yang punya batik tulis tersebut dengan motif sama.

7. Gadjah Mada Blue Natural Dye – Universitas Gadjah Mada (UGM)
Ini adalah produk pewarna alami untuk batik buatan pengajar Jurusan Teknik Kimia UGM, Edia Rahayuningsih. Dia menggunakan tanaman indigofera sebagai bahan baku pembuatan pewarna alami batik.

Sumber : Okezone.com

LEAVE A REPLY