Komputer telah menjadi minat banyak anak muda di penjuru dunia. Bahkan, sebagian di antara mereka tidak puas hanya bermain game. Mereka pun sibuk mengutak-atik perangkat ini hingga unit terkecilnya.

The Best School, Selasa (7/10/2014), melansir daftar 50 remaja genius di dunia. Ini adalah tulisan kedelapan yang mengulas profil para remaja pintar dalam bidang komputer.

45. Marko Calasan 
Marko Calasan dari Makedonia adalah anak genius dalam bidang sistem komputer. Dia diakui sebagai administrator sistem komputer termuda dari MCSA pada usia delapan tahun dan teknisi sistem komputer bersertifikasi termuda dari MCSE pada usia sembilan tahun.

Marko menerima sertifikat pertamanya dalam bidang komputer pada usia enam tahun. Saat ini dia memegang 12 sertifikat Microsoft dan satu sertifikat Cisco.

Remaja 14 tahun ini memiliki passion dalam bidang matematika dan fisika. Dia mulai membaca dan menulis pada usia dua tahun dan pada usia empat tahun bisa berbicara dalam bahasa Inggris.

Ketika menggambarkan ingatan pertamanya menggunakan komputer, Marko menyatakan, “Saat itu saya tiga tahun dan mengerjakan kegiatan sederhana seperti mengatur Windows, lalu meng-install Windows, membuat koneksi jarak jauh antar komputer  dengan server dan seterusnya.”

Marko mengajarkan dasar-dasar komputer kepada siswa kelas VIII–XI di sekolahnya. Dia mahir berbicara dalam tiga bahasa dan sedang mempelajari bahasa keempat. Sebagai hadiah atas kegeniusannya, Perdana Menteri Makedonia memberikan Marko sebuah laboratorium teknologi informasi (TI) untuk membantunya meningkatkan kemampuan mengajar.

Pada 2010, Marko menulis buku yang menjelaskan proses prainstalasi, instalasi, dan pascainstalasi Windows 7. Pemerintah Makedonia membeli hak cipta buku setebal 305 halaman itu, mencetaknya, lalu membagikannya gratis ke semua sekolah.

Marko berharap dapat menulis buku instruksi komputer untuk semua level pengguna.

46. Ainan Celeste Cawley 
Pada usia enam bulan, Ainan Celeste Cawley sudah bisa berjalan. Dia mulai berlari dua bulan kemudian. Lalu ketika usianya mencapai satu tahun, Ainan sudah bisa berbicara dalam satu kalimat penuh seperti orang dewasa.

Anak ajaib dalam bidang sains ini lulus tes ilmu kimia pada usia tujuh tahun satu bulan. Tes ini biasanya diambil para siswa SMA.  Pada 2008, dia menjadi siswa termuda dalam yang mempelajari kimia di level politeknik sambil bekerja di laboratorium Singapore Polytechnic, Singapura.

Ainan belajar biologi dan menulis program komputer secara autodidak. Pada 2010, keluarganya pindah ke Malaysia agar Ainan mendapatkan pendidikan yang tidak terlalu kaku bagi anak genius.

Saat ini, Ainan dan keluarga tinggal di Kuala Lumpur. Dia menjadi mahasiswa di program transfer kuliah Taylor University. Program ini memungkinkannya belajar secara fleksibel. Buktinya, meskipun mengambil jurusan sains, Ainan mempelajari banyak hal mulai dari pemrograman komputer, animasi, matematika, hingga teater.

Tidak hanya itu, Ainan juga andal bermain piano. Dia membuat lagu latar (soundtrack) untuk sebuah film pendek berdurasi 15 menit pada 2012.

47. Nick d’Aloisio
Pada 25 Maret 2013, Nick tiba-tiba menjadi remaja paling kaya di Inggris. Dia menjual aplikasi buatannya yaitu Summly kepada Yahoo dengan nilai penjualan USD30 juta. Aplikasi ini mampu membaca dan merangkum isi surat kabar.

Sejak usia 12 tahun, Nick sudah belajar bahasa pengodingan. Kini, dia termasuk salah satu pegawai Yahoo di usianya yang masih belia.

Menurutnya, semua orang bisa melakukan apa yang dia lakukan, termasuk membuat aplikasi komputer.

“Keluarga saya bukan berasal dari kalangan berada. Kami adalah imigran, dan pendidikan bukanlah prioritas.  Jika melihat para pendiri perusahaan teknologi, sebagian dari mereka tidak menyelesaikan sekolah atau kuliah. Jadi, saya pun tidak terpikir betapa pentingnya pendidikan. Tapi, kini saya masih memiliki sekira 1,5 tahun di SMA,” kata Nick.

Jadi, Nick berencana mengikuti sekolah sambil bekerja dari kantor Yahoo di London. Jika sedang tidak bekerja, dia menjalani hobinya seperti bermain kriket. Dia berharap dapat kuliah di Oxford dan mengambil jurusan filosofi.

Nick juga berencana menabung gajinya dari Yahoo dan meminta orangtuanya mengelola uang tersebut.

48. Santiago Gonzalez
Santiago Gonzalez dianggap akan menjadi Steve Jobs selanjutnya. Dia mahir dalam lusinan bahasa pemograman dan memiliki 15 aplikasi iOS untuk iPhone dan iPad atas namanya. Dia bermimpi akan bekerja di Apple.

Orangtua Santiago menyadari bakat anaknya di usia SD. Ketika berusia 12 tahun dan duduk di kelas VI, Santiago sudah menjadi mahasiswa. Dia akan meraih gelar sarjana komputer dan teknik elektor pada usia 16 tahun, dan gelar S-2 di usia 17 tahun.

Setiap pagi, dia menghabiskan waktu sekira satu jam untuk membuat program komputer sebelum pergi mengikuti kuliah.

49. Raghav Sood
Di usia sembilan tahun, Raghav Sood telah belajar bahasa pemograman HTML, CSS, dan Javascript. Sejak itu, dia belajar 16 bahasa pemograman lain, termasuk PHP, Java, x86 assembly, PERL, dan Python.

Pada 2011, Raghav menerima perangkat Android pertama dan langsung bekerja membuat aplikasi Android pertamanya. Dia tidak berhenti bekerja dan kini telah membuat 10 aplikasi yang diunduh lebih dari 100 ribu kali.

Raghav merupakan pendiri/CEO Appaholics LLC. Pada 2012, dia memublikasikan buku pertamanya, Pro-Android Augmented Reality.

Pada 2012, dia memenangi Blackberry Hackathon dan menjadi pembicara kunci dalam Blackberry 10 Developers Conference. Ketika itu, dia adalah developer termuda yang mempresentasikan aplikasi Blackberry 10.

Siswa kelas X di Shri Ram School di Delhi, India, ini mewakili sekolahnya dalam kompetisi Inter School Robotics. Selain komputer dan robotika, Raghav juga berminat pada bidang fisika, matematika, dan fotografi.  Dia ingin mengejar karier dalam bidang kecerdasan buatan.

50. Ari Weinstein (18), Pennsylvania, AS
Ari Weinstein belajar HTML pada usia tujuh tahun. Dia memasukkan sistem operasi ke iPod Mini-nya pada usia 11 tahun untuk bermain Game Boy.

Di usia 13 tahun, dia meretas sistem operasi iPod. Ini adalah kali pertamanya melakukan “jail break”, istilah yang digunakan untuk melemahkan keamanan sistem operasi untuk mendapatkan akses ke dalamnya.

Dia bergabung dengan kelompok anak genius, “Chronic Dev Team” yang tertarik dalam teknologi kebalikan. Ketika iPhone keluar pada 2009, mereka dan kelompok lainnya pun melakukan “jail break” pada perangkat tersebut.

Kini Ari membangun perusahaan di California. Bisnisnya adalah membangun akses internet nirkabel secara luas. Lulusan Germantown Friends School di Philadelphia ini akan menjadi mahasiswa teknik elektro dan ilmu komputer di MIT.

Sumber : Okezone.com

LEAVE A REPLY