Wanita kelahiran Ciamis Jawa Barat ’91 merupakan salah satu anggota puteri Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Negeri Semarang (Mahapala Unnes).

Berawal dari Pendidikan dan Latihan anggota baru angkatan XXXI Mahapala Unnes tahun 2011 fisik mental “Embek” digembleng. Minggu demi minggu, bulan demi bulan Embek muda selalu diikut sertakan dalam perlombaan-perlombahan olah fisik dan skill, selain Lomba Panjat Dinding di beberapa kompetisi Lokal dan Nasional, embek muda juga sering di ikut sertakan dalam perlombaan Orienteering tingkat Nasional.

Hingga tiba saatnya pendaftaran Bakal Calon Atlet Spirit of Indonesian Youth Expedition part III (SIYE 3 Mahapala Unnes) Hermawati mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi, tentunya dia telah menyiapkan diri untuk mengambil beberapa Resiko yang akan dia terima dari apa yang dia pilih. Dan pada saat Tim teknis mulai menilai kelayakan Bakal Calon Atlet SIYE 3 Mahapala Unnes, kami sepakati dia Lolos di sebagai Calon atlet. Pada saat itu kami menilai keseriusan dia untuk meningkatkan kembali fisik yang kami anggap masih pas-pasan untuk sekelas ekspedisi yang tidak bisa di remehkan lagi. Pada saat ini juga semangat dia untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di Puncak tertinggi Benua Amerika terlihat jelas. “Saya ingin seperti mbak Mae yang bisa mengibarkan Merah Putih di Puncak tertinggi benua Eropa” tegas Herma.

Tim Teknis SIYE 3 Mahapala Unnes memilih 5 Calon Atlet Putra dan 1 Calon Atlet Putri. Sekarang tantangan Herma semakin jelas terlihat, minimal dia dapat mengimbangi fisik kelima calon atlet lainnya. Perjalanan calon atlet SIYE 3 tidaklah ringan tentunya bagi Herma, selain tantangan fisik ceweknya, pendamping Fisik Atlet SIYE 3 Mahapala menginginkan Hormon kewanitaan Herma dikurangi (sentimentil karena sifat bawaan perempuan) hal ini ditakutkan berpengaruh terhadap emosional saat pendakian Gunung yang ekstrem nantinya.

Tiba di penghujung pemilihan 3 Atlet SIYE III Mahapala Unnes, lebih dari 2 hari Tim Teknis Ekspedisi mengolah hasil perkembangan Fisik, Bahasa, dan Psikologi Calon atlet. Dengan pertimbangan matang-matang Tim Teknis pun memilih Hermawati sebagai salah satu atletnya.
Ada Pekerjaan Rumah khusus bagi tim teknis Espedisi kali ini. Tim harus gencar menghajar mental Hermawati agar kuat. Dilain sisi Tim teknis masih perlu meningkatkan Fisik dan skill Pendakian Gunung Es. Kemantapan Tim Teknis SIYE III Mahapala Unnes akan kemampuan Herma baru muncul saat melihat hasil Latihan Gunung Semeru. Kegiatan mini Ekspedisi ini membuktikan Herma menjalani pendakian Ranu Pani hingga Puncak Semeru dalam waktu kurang lebih 10 Jam. Tentunya ini tidak terlepas dari hasil Walking with stone minimal 10,5 Km dengan beben Minimal 20 Kg menjadi santapan 3x setiap Minggunya.

Pendakian Gunung Aconcagua pun dimulai pada tanggal 18 November 2013, semua rekap laporan perkembangan atlet di gunung menunjukkan semangat Herma yang tidak memudar. Cek Kesehatan, laporan nafsu makan tidak menjadi kendala Herma untuk menuntaskan Pendakian ini. Badai angin yang terpantau jelas oleh Tim di Indonesia tidak mengurangi semangat Herma menuju Puncak. Dan pada akhirnya Herma-pun berhasil mencapai puncak tertinggi benua Amerika Mt. Aconcagua 6.962 mdpl pada tanggal 1 Desember 2013 pukul 16.15 waktu Argentina.

Semangat Juang yang takpernah pudar, optimis yang selalu menggebu dalam dirinya mengantarkan Herma sebagai wanita pertama Indonesia yang berhasil menapakkan kaki di Puncak Aconcagua Amerika, setelah 20 tahun terakhir ini semua wanita Indonesia yang mencoba tidak berhasil mencapai puncaknya.

Selamat Herma! Kamu punya tanggung jawab untuk melahirkan wanita-wanita tangguh berikutnya!
Mahapala Unnes Only the Brave People (Syafii RUB.XXIX.08.500)

Sumber : Mahapala Unnes

LEAVE A REPLY