BANDUNG, cahUnnes.com – Pemerintah Kota Bandung yang kini tengah gencar mewujudkan Bandung Smart City tertarik dengan aplkasi monitor sampah karya Mahasiswa Telkom University. Bahkan, Walikota Bandung, Ridwan Kamil menginginkan aplikasi tersebut dapat dikembangkan untuk memonitor banjir dan kejahatan.

“Kami memperkenalkan aplikasi ini melalui audiensi dengan Wali Kota Ridwan Kamil. Respon beliau bagus dan menyatakan tertarik dengan aplikasi ini, karena sesuai dengan tujuan Kota Bandung yang akan menerapkan Bandung Smart City pada 2018 nanti,” kata ketua Tim Turangga, Restu, Senin (15/9/2014).

Restu menjelaskan dengan menggunakan metode crowd sourching, aplikasi tersebut berguna untuk memonitor keberadaan sampah yang menumpuk di suatu daerah. Applikasi tersebut terintegrasi dengan server yang dapat mengirimkan broadcast message kepada petugas kebersihan yang berada paling dekat dalam radius 1 km dari letak sampah.

Sebelumnya, hasil karya mahasiswa Fakultas Teknik Elektro yang terdiri dari Restu IP, Raden Rogers DS, Shifa MA dan Yanuar Pristian itu berhasil memukai juri dan menjadi juara pertama kategori aplikasi perguaruan tinggi (APT) INAICTA 2014 pada 29 Agustus 2014 lalu. Bahkan, mereka yang tergabung dalam Tim Turangga itu besiap untuk mengikuti kompetisi level Asia – Pasific APICTA 2014. (IBALH)

LEAVE A REPLY