cahUnnes.com – Yeah! Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) cum laude adalah hak siapa pun bagi mereka yang bersungguh – sungguh dan mau belajar. Bukan hanya untuk orang kaya atau berasal dari keluarga berpendidikan tinggi saja. Mereka yang selama ini dari keluarga yang kurang begitu dipandang juga berhak dan mampu untuk meraihnya.

Apalagi sekarang banyak beasiswa bergulir dari pemerintah atau swasta untuk orang – orang yang dianggap cakap dan berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi ini. Banyak kasus dan banyak contoh bahwa mahasiswa yang berasal dari keluarga berpendidikan tinggi, ternyata IPK-nya tercatat rendah karena malas dan tidak semangat mengikuti perkuliahan.

Adalah Anastasia Dian Mayasari yang merupakan anak dari seorang tukang pijat. Dia berhasil memecah mitos dengan menorehkan IPK 3,62 dalam Upacara Yudisium Fakultas Ekonomi (FE) periode September yang diikuti oleh 37 peserta.

Mahasiswi jurusan Manajemen, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengaku bahwa kunci keberhasilannya adalah semenjak duduk di bangku SMA hingga kuliah selalu membuat “Mind mapping” dalam semua mata pelajaran. Sehingga ia sangat terbantu dalam kegiatan belajar hanya dengan membaca Mind Mapping yang dibuatnya. Ini dilakukan lantaran merasa daya ingatnya agak rendah. Sehingga perlu dibantu dengan pemetaan pemikiran disegala pelajaran yang dia peroleh.

Mahasiswi yang biasa dipanggil Maya itu, selama dua tahun lalu mendapatkan beasiswa Pengembangan Prestasi Akademik (PPA). Selulusnya nanti, Maya memiliki keinginan untuk bekerja dan membantu sang Ibu dalam membiayai ketiga adiknya. (IBALH)

LEAVE A REPLY