SEMARANG, cahUnnes.com – Aliansi BEM Kampus Kota Semarang turun ke jalan memberikan “kartu kuning” untuk Pemerintahan Jokowi-JK yang baru berumur 150 hari. Mereka menganggap pemerintahan Jokowi-JK tidak mampu merealisasikan Nawa Cita saat kampanye.

“Kami memberikan kartu kuning kepada pemerintahan Jokowi-JK dan menuntut mereka untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.” kata Ketua BEM KM Undip, Rizki Haerul Imam saat membacakan tuntutan BEM Se-Kota Semarang, Rabu (18/3/2015).

Aliansi BEM Kampus Kota Semarang, lanjutnya, juga menuntut pemerintah untuk menekan harga pokok untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah juga harus mengembalikan blok Mahakam 100 persen kepada bangsa serta mencabut izin ekspor kosentrat PT Freeport karena melanggar UU mineral dan batubara.

“Jika persoalan ini tidak segera dituntaskan dalam satu bulan, maka akan memberikan kartu merah dan menggelar aksi kembali,” tandasnya.

Aksi semacam ini tidak hanya di gelar di Semarang saja, tetapi juga di Bandung, Malang, Jakarta dan kota lainnya yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia.

LEAVE A REPLY