Mahasiswa, apa yang ada di pikiranmu tentang mahasiswa? Agen peruhaban? Atau agen yang telah diubah?

Barangkali kita memang sering mendengar kata mahasiswa dikait-kaitkan dengan gabungan dua kata ini; agen perubahan. Ya, hampir di setiap organisasi kampus. Lantas, benarkah demikian?

Bicara tentang perubahan saya pikir itu adalah suatu keniscayaan. Seiring bergantinya waktu, zaman pun berganti. Tentu itu sebuah peruhaban, bukan? Begitu pula ketika suatu masa dengan kejayaan kemudian beralih pada keterpurukan. Itu pun juga peruhaban, bukan? Ketika mahasiswa disebut-sebut sebagai agen perubahan, saya sedikit berpikir, perubahan seperti apa yang dimaksud? Kemajuan? Atau bahkan kemunduran? Saya lebih sepakat ketika kata perubahan diganti dengan kata perbaikan. Lebih jelas tujuannya; memperbaiki. Setidaknya berusaha untuk memperbaiki. Syukur-syukur ikut andil dalam memperbaiki negeri dengan karya-karya nyata. Memang itu hanya masalah diksi, tapi menurut saya itu tetap pengaruh pada harapan yang digantungkan. Sekali lagi, itu menurut saya.

Bicara tentang perbaikan, apa sih yang sudah mahasiswa lakukan untuk memperbaiki negeri ini? Sudahkan kita melakukan kerja-kerja nyata untuk negeri ini? Ah, entahlah. Bahkan berpartisipasi dalam Pemilu saja ogah-ogahan. Lantas, bagaimana dengan yang lain?

Ya, ini tentang mahasiswa dan pemilu, kawan. Tahun 2014 ini merupakan momentum spesial untuk penentuan lima tahun mendatang bahkan bisa jadi lebih. Mahasiswa yang katanya disebut-sebut sebagai kaum intelektual seharusnya mampu menjadi pengawal demokrasi. Tapi ironisnya, jangankan jadi pengawal, jadi peserta saja, seperti yang saya bilang di atas; ogah-ogahan. Ah, mahasiswa. Agaknya saya pantas menanyakan; agen perubahan atau agen yang telah diubah?
Kawan, cobalah merenung sejenak. Kalau zaman Orde Baru kita sangat memperjuangkan demokrasi, mengapa sekarang menyia-nyiakan? Malah memilih golput, jelas demokrasi akan bangkrut. Ini masih hal yang sangat sederhana, Bung! Hanya memilih.

Tidak bisakah meluangkan waktu untuk berpikir? Mengenali calon berikut sepak terjangnya? Tunjukan dong, kalau mahasiswa benar-benar kaum terpelajar. Kaum yang tajam analisisnya. Ya, paling tidak untuk menentukan pemimpin bangsa. Jangan sampai pertanyaan saya di awal tulisan ini menjadi pertanyaan banyak orang; Mahasiswa, agen perubahan atau agen yang telah diubah?

Oleh : Ira Damayanti (Mahasiswa BSI FBS Unnes)

LEAVE A REPLY